Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-tempoid-default
Lina Anastasia Karolin 
Selasa 23 Februari 2016 01:39 WIB
Dibaca (4116)
Komentar (0)

Emmanuela Shinta: Pemimpin Muda yang Mengobarkan Api dalam Generasinya

indonesiana-10382523_848071255206250_5747190959496441818_o.jpg

     Cantik, cerdas dan berani. Seorang muda yang penuh dengan kehidupan dan semangat. Perkataannya tegas, penuh keyakinan, tidak ada kepalsuan di dalamnya, setiap tindakkannya jelas dan selalu mempunyai tujuan yang pasti.

     Emmanuela Dewi Shinta, seorang muda Dayak yang menempatkan dirinya dalam zona tidak nyaman demi kepentingan orang lain. Ia selalu punya seribu satu cara untuk mencapai tujuannya, sebuah tujuan yang besar, tujuan yang bukan untuk kepentingan pribadi tapi demi kepentingan banyak orang. Ia memilih jalan yang sulit, sempit dan berbatu hanya untuk melayani orang lain.

     Ia dapat melihat potensi di dalam diri orang lain dan membangkitkan semangat mereka yang pustus asa. Tindakannya berbicara lebih dari perkataannya, selalu mendahulukan orang lain, selalu memikirkan orang lain, selalu mengutamakan kepentingan bersama jauh melebihi kepentingan pribadi.

     Teladan pekerja keras dan daya juang serta pengorbanan diri. Itulah yang kupelajari darinya. Umurnya masih sangat muda, namun kebijaksanaanya sangat luar biasa, kasih dan pengorbanannya selalu menjadai magnet yang membawa banyak orang mendekat kepadanya.

     Ia dapat memilh kehidupan yang lebih nyaman dan menyenangkan, secara prestasi sudah tidak diragukan lagi, sejak menyelesaikan pendidikan sarjana ia mendapatkan banyak tawaran beasiswa, baik yang di dalam negeri maupun yang di luar negeri. Secara fisik ia cantik dan berpenampilan menarik, ia dapat diterima di pekerjaan manapun dan dapat menghasilkan banyak uang. Ia hampir dapat melakukan semua hal. Sangat pandai berbicara di depan orang banyak, tulisannya menginspirasi dan membangun orang lain. Ia juga pandai memainkan alat musik, kreatif dalam memasak. Sangat terampil dalam memimpin dan mengorganisir, cakatan, pandai dan pemkirannya tajam, seorang visioner sejati. Namun ia memilih jalan yang tidak banyak dipilih orang lain. seorang pejuang underground.

     Ia berkata, "Bekerja bukan selalu untuk uang, namun untuk suatu maksud dan tujuan yang besar. Bermanfaat sebesar-besarnya bagi sesama, terlebh kepada Sang Pencipta."

     Lahir dan besar di tanah Dayak, Kalimantan Tengah adalah suatu kebanggaan baginya. Mapa yang terjadi di sekitarnya dan ketidakadilan yang menimpa saudara-saudara sesukunya semakin membuat Shinta berjuang lebih gigih lagi.

     Selama kebakaran lahan dan kabut asap pekat beracun yang berlangsung selama tiga bulan penuh di bumi Kalimantan pada tahun 2015 lalu, Shinta dan rekan-rekannya yang terdiri dari anak-anak muda dan mahasiswa ini bekerja tanpa lelah dan tanpa menghiraukan diri sendiri demi menolong mereka yang menderita karena kabut asap.

     Selama tiga bulan pula ia berada di lapangan, bekerja sangat keras, kurang tidur dan kurang makan. Berjuang baik di lapangan maupun di gedung pemerintahan. tidak takut pada bahaya, baik kepada yang berwajib ketika demo maupun pada bahaya kabut asap yang mencapai level partikulat 3.000 (tiga ribu). Ia kelelahan dan hampir kehilangan suaranya selama berminggu-minggu, namun itu bukan penghalang baginya untuk terus bergerak. "Api yang ada di dalam diri kami bukanlah api yang membakar lahan dan hutan, namun api yang berkobar di dalam diri kami adalah api yang berbelas kasihan kepada mereka yang membutuhkan, api yang mendorong kami untuk tidak berdiam diri, melainkan bertindak."

     Secara tenaga maupun sumber dana mereka terbatas, namun itu tidak menghalangi Shinta dan rekan-rekannya untuk bertindak dan melakukan sesuatu. Mereka mengumpulkan uang untuk memasak dan memberikan makanan kepada pemadam kebakaran hutan lokal yang terdiri dari petani dan nelayan yang notabennya bukan pemadam kebakaran terlatih, bahkan sepatu pun mereka tidak punya. Shinta dan rekan-rekan mudanya bahkan berkendara menggunakan motor untuk mendistribusikan masker ke desa-desa di sekitar kota Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah. Mereka berkendara ke desa-desa di Kalimantan Tengah yang terdampak asap untuk mendistribusikan masker, obat-obatan dan nutrisi kepada warga yang hidup sehari-harinya hanya sebagai petani.

     Keberanian, semangat, kerja keras, dan daya juangnya menjadikan dia seorang muda yang berdampak bagi orang di sekitarnya. Ia menolak untuk berdiam diri dan memilih untuk melakukan sesuatu sekalipun dirinya sendiri yang dikorbankan. 

     Semangat dan kehidupan di dalam dirinya mengobarkan api di dalam dada rekan-rekan segenerasinya dan memacu mereka untuk bertindak dan menolak untuk berdiam diri.

     Emmanuela Shinta adalah teladan semangat yang tidak pernah padam. Seorang pemimpin bagi generasinya.

 

 #Tempo45

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI : 1

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.