Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Pendidikan
indonesiana-Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak 
Kamis 25 Februari 2016 15:24 WIB
Dibaca (3289)
Komentar (0)

Karena Menulis, Saya Terbang ke Balikpapan

indonesiana-Menulis.jpg

Menulis dan menulislah! Kata ini adalah bisikan hatiku, terus direspon oleh pikiranku, kemudian atas instruksi yang tegas dari pikiranku, maka tanganku pun mulai mengeksekusi. Tanganku mulai mengambil smartphone, jariku mulai menari-nari di atas keypad smartphone yang pernah kudapat dari lomba menulis. Atau kadang-kadang, saya suka corat-coret dikertas, sebelum ide melayang.

Pengalaman awalku dalam menulis bukanlah mudah, tapi penuh perjuangan juga. Mental block adalah musuh terberat. Malas, banyak alasan, susah memulai, malu kalau tulisanku nanti dibaca orang. Tidak lebih, sama persis dengan pengalaman banyak orang.

Tetapi pada kahirnya saya berpikir, kalau tidak pernah dicoba, tidak akan pernah bisa, mahir, bahkan tidak akan menghasilkan karya besar. Tidak akan pernah menginspirasi orang melalui literasi. Syukurlah, saya termasuk tipikal orang yang mudah menuruti kata hati, instruksi pikiran. Bagiku, kalau itu hal yang positif, berguna, yuk! Lakukan saja.

Dalam hal tulis menulis ini ada hal yang menarik untuk dikenang. Salah satunya, tahun 2014 merupakan awal  kebangkitanku dalam menulis. Minat untuk menulis kembali tumbuh, karya-karyaku mulai dipublikasikan. Padahal minat ini sempat terkubur selama puluhan tahun, untung tidak sampai membusuk. Alhasil, prestasi demi prestasi dalam menulis mulai saya raih.

Salah satu pengalaman yang tidak mungkin saya lupakan, karena dengan menulis, saya akhirnya memiliki kesempatan terbang ke Balikpapan. Sebelumnya, saya tidak pernah terbayang mendapat kesempatan melakukan perjalan ke Balikpapan. Kesempatan ini diawali adanya informasi writing contest dari sebuah media nasional. Media tersebut bekerjasama dengan TOTAL dan SKK Migas. Media tersebut menyodorkan tentang tentang “Hemat Energi”. Awalnya saya tidak yakin untuk bersaing di kontes tersebut. Mengingat latarbelakang keilmuan dan pengalaman saya tidak ada kaitan dengan energi. Tetapi pada waktu itu saya mencoba memberanikan diri, mencari peluang dalam tantangan. Saya berpikir, setidaknya saya bisa menuliskan dari segi konsumen bukan dari sisi regulasi dan teknisnya.

Akhirnya keberuntungan berpihak kepadaku. Dari 873 peserta yang dinyatakan tulisannya layak, ternyata tulisan saya adalah salah satunya yang dinyatakan layak. Kemudian dari keseluruhan tulisan yang layak, tulisan saya ternyata masuk nominasi 50 besar. Dari 50 peserta tersebut disaring menjadi 10 orang. Saya bersyukur pada Tuhan, ternyata saya adalah salah satu yang masuk menjadi Finalis yang akan diberangkatkan ke Balikpapan sekaligus mengunjungi daerah operasional TOTAL. Menariknya, semua biaya pesawat, hotel, makan, bahkan uang saku ditanggung penyelenggara. Bahagianya tuh disini (sambil saya menaruh tangan di dada hehe…)

Saya semakin menyadari, setiap usaha pasti ada imbalannya. Setiap perjuangan tidak mungkin sia-sia. Buat rekan-rekan pembaca, yang masih ragu untuk menulis, menulislah! Ada banyak hal yang bisa kita tuangkan dalam tulisan. Pengalaman kita dan pengalaman orang lain ternyata adalah ladang yang subur bagi lahirnya ide-ide dalam kepenulisan.Tinggal sekarang bagai mana kita meramunya. Mau nggak meramunya? Kalau sudah mencoba meramu, mari kita pikirkan, bagaimana bisa ramuan itu menarik dan nikmat? Jawabannya ala bisa karena biasa.

Sumber Foto : Bisnis.Com

 #menulisituasyik




Berikan Nilai
TOTAL NILAI : 5

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.