Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-Iwan Sumantri
Iwan Sumantri 
Selasa 01 Maret 2016 21:23 WIB
Dibaca (1737)
Komentar (0)

Menulis di Blog, Bisa Membawa Berkah

indonesiana-Buku_saya_bisa_2016.jpg

Kilas balik. Suatu hari di tahun 2008, ketika saya masih belajar di Universitas Negeri Yogyakarta saat menjalani pendidikan sertifikasi jalur beasiswa, di tempat kosan tepat pukul 22.00 HP yang saya miliki berdering dan terjadi komunikasi antar saya selaku mahasiswa dengan Prof.Marsigit sang Dosen.

“ Dengan Pak Iwan” ucap sang Profesor

“Betul Pak !” Jawabku

“Ini Saya Marsigit, Maaf besok saya ngga bisa bertatap muka dengan bapak/ibu, ada tugas keluar negeri, tapi saya sudah postingkan tugasnya di blog saya, silahkan bapak ibu membuka blognya, kemudian simak dan cermati tugasnya. Setelah itu silahkan memberikan komentarnya di kolom komentar”

Dengan ucapapan “mohon maaf, mengganggu” sang profesor menutup percakapannya.

Itulah memori dan kenangan yang masih saya ingat, yang pada akhirnya membawa saya suka menulis di blog.

Hari demi hari saya  lewati tugas selaku guru dengan rajin menulis di blog. Setiap aktifitas di kelas dan kejadian yang menyangkut pendidikan sebisa saya, saya mencatat dan menuliskannya di blog pribadi PBM Matematika Iwan Sumantri (http://iwansmtri.blogspot.com).

Tak ada hari yang tak terlewatkan kebersamaan saya dengan blog pribadi tersebut, sehingga blog menjadikan dunia untuk mengekpresikan dan mencurahkan segala aktiftas, catatan pribadi, pengalaman hidup, kisah nyata sampai akhirnya artikel-artikel sederhana yang saya postingkan saya kumpulkan untuk di jadikan sebuah buku. Alhamdulilah dari menulis di blog saya sudah menerbitkan dua buku. Buku pertama saya beri judul : “ Bukan Mimpi Guru Jadi Blogger”; buku kedua : “Saya Guru Matematika Saya Bisa Menulis”.

Saat Berbagi Buku Bukan Mimpi Guru Jadi Blogger di salah satu workshop Ngeblog

Selain bisa menerbitkan buku, menulis di blog juga membawa berkah buat saya dan keluarga serta orang-orang dilingkungan kerja.

Beberapa lomba menulis di blog saya ikuti dan alhamdulilah bisa menjadi yang terbaik.

Ternyata menulis di blog bisa memberangkatkan keluarga tour ke Bali tahun 2013.  Menulis di Blog bisa mengantarkan saya ke Finalis Lomba Kreatifitas Guru bidang Sains 2015 sehingga bertemu dengan Pak Menteri Anis Baswedan, Pak Jokowi dan orang-orang inspiratif di negeri ini.

Berikut saya mencoba berbagi tulisan saya di blog yang membawa berkah bisa ke Bali bersama keluarga:

Dear Serena Biskuit,

Aku seorang guru Matematika di salah satu SMP Negeri di Sukabumi . Suatu hari, aku harus mengajarkan materi bangun ruang pada para siswa yang terdiri dari kubus, balok,tabung, prisma dan bangun ruang lainnya. Tak sengaja, ketika itu aku bersama keluarga ke supermarket, dan melihat kemasan unik Kukis dari Serena. Biasanya dikemas dalam wadah plastik ataupun kotak persegi namun ini berbeda. Dikemas dalam bentuk kubus dengan 6 sisi, setiap sisinya seakan-akan menjadi dadu dengan 444biji berupa kukis. Nah…di situlah muncul ide dan kreatifitasku. Kenapa tidak di manfaatkan Serena Broniz ini untuk menjadi media dan alat peraga dalam pembelajaran. Akhirnya aku membelinya. Pas dan menarik sekali ini menurut ku.Tersedia dalam tiga rasa, kemasan putih (coklat),kemasan coklat (kacang) dan yang terbaru kemasan warna hijau (kelapa), ketiga kemasan tersebut aku membelinya. Setelah di rumah, aku penasaran, aku coba ketiga rasa tersebut bersama keluarga…..wow nikmat sekali. Apalagi yang warna hijau dengan rasa kelapanya. Mudah-mudahan dengan rasa yang nikmat di rasakan oleh keluarga kami, juga bisa di nikmati oleh peserta didikku saat aku menerangkan materi bangun ruang di kelas nanti (harapanku dalam hati).

Esok harinya, aku berangkat kesekolah berbekal RPP dengan media dan alat bantu Serena Broniz.

Hari itu, kebetulan jam pelajaranku adalah jam pertama. Seperti biasa aku mengajar dengan pendahuluan dan apersepsi. Aku keluarkan Serena Broniz dalam tasku. Wow….peserta didikku kaget dan terkesima. Kok pak guru bawa biskuit ke kelas…apa mau jualan? (mungkin itu yang ada dalam pikiran mereka).

Aku berdiskusi dengan mereka tentang bangun ruang kubus dengan alat bantu serena bronis tersebut. Alhasil……mereka tertarik dan memahami materi bangun ruang tersebut.. Dalam diskusi itu, selain materi pembelajaran yang bisa mereka terima, juga sebagian siswa bisa merasakan nikmatnya serena broniz. Dalam diskusi, siapa yang bisa menjawab, saya beri satu isi serena borniz tersebut. Bisa di bayangkan bagaimana suasana pembelajaran dengan hadiah serena broniz yang bisa dinikmati langsung ,dengan kemasan yang unik yang membuat ketertarikan para siswa dan membuat penasaran.

Dear serena Biskuit,

Terima kasih, atas kemasan dan isi serta rasanya. Sehingga aku sekarang di kenal dengan guru Serena, sebutan yang menarik dan tak akan terlupakan dalam perjalanan hidupku jadi seorang guru.

Semoga kedepannya, serena biskuit bisa menginspirasi para guru dan siswa dalam KBM.

Itulah tulisan saya yang bersumber dari pengalaman saya selaku guru matematika di SMP Negeri 3 Cibadak.

Kenapa harus itu yang saya postingkan? Saya mencoba berbagi dan mengajak para pembaca, saudara, bapak/ibu guru pengajar matematika untuk selalu menulis dan menulis. Saya menyadari tulisan saya dan pengalaman saya itu tak seberapa di banding dengan pengalaman ibu dan bapak yang lain yang lebih dari itu. Tapi tak salah kan jika saya berbagi dan mencoba membuktikan bahwa kita rajin menulis dan berkelana di dunia maya tak akan rugi selama kita berinternetan yang cerdas. Ya…cerdas dalam arti memanfaatkan setiap momen yang kita alami bisa kita bagi pada sesama walau lewat dunia maya.

Artikel diatas saya coba postingkan di suatu lomba :”Serena ME & FAMILY Blog Competition” yang diselenggarakan tanggal 18 April sd 2 Juni 2013 dua setengah tahun yang lalu. Isinya menurut saya tak seberapa dan tak ada yang istimewa. Tapi menurut para juri lomba itu artikel yang terbaik. Akhirnya…..artikel itu terpilih menjadi juara 1….hadiahnya….Paket Liburan Ke Bali….wow bukan main senangnya. Walau hadiah tak seberapa menurut pembaca , tapi itulah dampaknya dari kebiasaan menulis.

Saat Mendapatkan Hadiah Ke Bali Bersama Keluarga berkat Ngeblog

Tapi bukan hadiah ke-Balinya yang perlu dicermati menurut saya, tapi bagaimana guru berkreasi, berinovasi dan membuka wawasan untuk tidak instan dengan alat peraga yang sudah ada. Bisa berkreasi dan membuat ivovasi-inovasi dengan tidak keluar dari jalur pendidikan. Maka dari itu saya secara pribadi menyambut dengan antusias dan berharap bisa mengikuti seminar tentang menulis itu asyik yang diadakan oleh tempo.

Kebiasaan saya suka menulis di blog dan keberkahannya, saya coba sampaikan ke Prof.Marsigit lewat Inbox FB-nya. Ini lah hasilnya bisa di simak disini !

Guru dan orang  mana yang tak kenal dengan portal dan webnya Indonesiana.tempo.co,  portal yang cukup disegani dan dan dicari oleh semua orang termasuk  para guru/ orang-orang yang gemar menulis. Coba  buktikan, dengan kita memposting artikel atau tulisan di Indonesiana yang sesuai dengan aturan indonesiana, bisa ratusan bahkan ribuan orang membaca artikel kita. Sungguh fantasis jika kita berkelana di dunia maya dan mau menulis.

Nah, untuk itu tunggu apalagi, ayo biasakan menulis dan menulis di webnya Indonesiana ini, tunggu apa yang akan terjadi dengan tulisan kita.

Diakhir tulisan ini saya mencoba mengingatkan motto asyiknya menulis :

“Orang yang suka membaca belum tentu bisa menulis. Tapi orang yang suka menulis sudah pasti suka membaca”.

 #menulisituasyik




Berikan Nilai
TOTAL NILAI : 5

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.