Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Gaya  
Hobi
indonesiana-Pakde Djoko
Pakde Djoko 
Seni Budaya, ruang baca, Essay, buku
Rabu 02 Maret 2016 14:28 WIB
Dibaca (1523)
Komentar (0)

Menulislah Seperti Ketika Jatuh Cinta

indonesiana-P_20160302_142953_HDR_1.jpg

Pernahkah anda jatuh cinta,bagaimana rasanya?Berbunga-bunga, galau, melankoli, terbang, seperti orang gilakah senyum senyum sendiri, tertawa-tawa sendiri. Lalu lalang  di kamar. Melihat diri sendiri dengan bercermin, atau sekarang  eranya selfie. Bergaya sendiri jepret-jepret sendiri. Yang mungkin bisa menjadi mungkin. Wajah jelekpun terlihat ganteng, wajah amit-amit terlihat cantik seperti bidadari. Situasi jatuh cinta tergambar persis seperti lagu yang sering dinyanyikan Titik Puspa….Jatuh Cinta berjuta rasanya…Biar Siang biar malam terbayang wajahnya…Jatuh cinta, berjuta indahnya…biar hitam biar putih manislah nampaknya…

Orang yang sedang jatuh cinta kata ilmuwan akan mengalami kelebihan partikel dalam otaknya. Otak akan bekerja untuk merangsang daya fantasi, kegembiraan yang meluap-luap, cinta memberikan stimulasi pada tubuh untuk menghangatkan simpul-simpul syaraf yang kaku. Fantasi  dalam pikiranpun terangsang secara massif hingga membuat wajah orang yang jatuh cinta terlihat berbinar- binar. Bagaimana dengan  menulis? Jika diandaikan menulis itu seperti orang yang tengah jatuh cinta betapa banyaknya ide romantisdan fantasi berlipat  muncul lewat kata-kata, membahagiakan.

Sumber Kebahagiaan Penulis

Seorang penulis akan lebih bahagia apabila tulisannya mendapat apresiasi entah dimuat di media massa(koran, majalah, buku, blog terkenal(Tempo terutama) dan mendapat hadiah dari lomba-lomba yang diadakan oleh beberapa  media online. Ia bisa menjual tulisan dari pengalamannya jalan-jalan, menikmati wisata kuliner, melihat tontonan menarik seperti teater, Pertunjukan musik, pameran seni rupa dan banyak event-event budaya lainnya yang bisa jadi menjadi sumber ide penulisan.

Penulis blog akan sangat bahagia jika tulisannya terbaca ribuan kali bahkan  puluhan ribu, mendapat predikat terpopuler, bisa nangkring lama di Tajuk dan bertahan di Tempo Institute dan berujung ditayangkannya tulisan di Koran Tempo Sabtu Minggu. Di blog lain penulis juga terpuaskan dengan mendapat apresiasi dari admin blog dengan mendapat Headline, Highlight(pilihan). Penulis  berbunga-bunga lagi saat tulisannya terpilih sebagai salah satu yang terpilih   dalam lomba menulis. Seperti orang jatuh cinta sumber kebahagiaan penulis amatlah banyak. Tidak percaya?lakukan aktifitas menulis!

Tidak Usah Takut di tolak

Dalam tulisan terdahulu penulis( Menulis Butuh Konsistensi dan Kesabaran)sudah share bahwa menulis itu butuh konsistensi dan sabar melihat hasil dari jerih payahnya. Seorang J K Rowling  tidak hanya satu dua kali ditolak novelnya, ia mungkin lebih dari 10 kali ditolak penerbit.  Namun hanya penulis yang tidak mudah putus asalah yang nantinya akan mendapat tempat di hati pembaca. Jika menulis sudah dibayang-bayangi oleh ketakutan akan ditolak penerbit, tulisan tidak mungkin tayang di media massa tulisan takut dibaca orang karena bahasanya  yang amburadul maka ada dinding tinggi yang membuat penulis terhambat untuk yakin bahwa  semua orang punya potensi untuk menjadi seorang penulis. Jadi hilangkan phobia-phobia dalam diri. Bertekatlah menulis, menulis dan terus menulis.

Perlukah Teori?

Sejauh  pengalaman saya sebagai penulis, teori-teori menulis memang perlu agar tulisan-tulisan kita menjadi berkualitas, namun menurut seorang penulis tidak usah tersandera dengan aturan baku penulisan. Buatlah kegiatan menulis sebagai  rutinitas yang mengasyikkan, teruslah menulis sebagai kegiatan yang membahagiakan tidak lupa terus membaca referensi dari mana saja untuk  menambah bobot tulisan dan menjaga agar tulisan kita bukan hanya sebagai tulisan kosong tetapi  sumber referensi, akurasi informasinya dapat dipertanggungjawabkan.

Perlukah Copy Paste?

Dengan banyaknya blog gratisan di internet dan  aturan hukum yang belum jelas mengenai kejahatan literasi dengan  main copy paste artikel dan diakui menjadi milik  seorang blogger atau penulis menjadi sebuah pertanyaan menggelitik perlukah mengcopy paste tulisan orang lain untuk  menambah panjang tulisan Kita?sebagai penulis blog saya berpendapat bahwa tidak perlu blogger  atau penulis pemula mengcopy paste tulisan orang lain. Jujurlah pada diri sendiri. Apapun, seberapa jelek dan buruk susunan bahasanya jika tulisan itu murni dari diri sendiri akan lebih terhormat daripada menjadi penulis terkenal, dikunjungi banyak orang tapi Cuma hasil copy paste. Percayalah apapun tulisan kita pasti akan mendapatkan pembacanya. Seorang Raditya Dika yang menulis dengan gayanya sendiri nyatanya mendapat respon positif dari pembaca setianya.  Bila penulis kemudian takut  dengan aturan baku EYD dan tersandera oleh teori-teori maka  kemampuan menulis tidak berkembang baik. Sambil belajar dan mempelajari aturan penulisan yang baik tetaplah menulis dengan gaya bahasa sendiri. Perbanyak membaca buku-buku motivasi dari penulis-penulis terkenal agar terpacu menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jauhkan  dorongan untuk mencuri ide tulisan dengan memindahkan mentah-mentah tulisan orang lain ke dalam tulisan kita. Jika harus mengutip sertakan sumber referensinya agar tidak dicap sebagai plagiat. Plagiat itu sejujurnya adalah mimpi buruk seorang penulis.

Fokus pada Bidang tertentu

Dian Basuki penulis teraktif Indonesiana memberi tip bagus. Jika tengah menulis pilihlah salah satu sudut pandang saja. Dengan demikian penulis akan fokus menulis pandangannya pada satu bidang bahasan. Penulis akan lebih menguasai pokok bahasannya sedangkan pembacanya juga nikmat membaca tulisan seorang penulis yang mengulas masalah dengan detail dan mendalam. Seorang penulis juga perlu menulis pokok-pokok tema agar tulisannya tidak nggladrah(bertele-tele). Dengan fokus pada satu masalah atau satu sudut pandang maka seorang penulis tentu akan konsentrasi  pada satu bidang yang sedang dituliskan.Referensinya pun akan mudah didapat.

Itulah jika seorang penulis sudah menyadari passionnya sebagai seorang penulis jalan lempang akan terbentang untuk menjadi seorang penulis handal. Saya sendiri tengah belajar menulis. Saya amat terkesima dengan  tulisan para blogger yang cerdas, inspiratif dan mengasyikkan untuk dibaca. Sebagai bahan lecutan bagi diri sendiri, saya hanya akan fokus menulis, menulis dan terus menulis.  Dan agar tulisan itu tidak terasa kering maka membaca adalah salah satu sarana  penulis memberi bobot pada tulisan-tulisannya agar tetap subur membangun kata- kata hingga bermanfaat bagi para pembacanya. Selamat Jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Menulis itu asyik khan.

Bintaro,  2 Februari 2016

 #menulis itu asyik




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.