Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Ruangbaca  
Seni Budaya
indonesiana-Kartika Eka H
Kartika Eka H 
Penikmat wisata, kuliner dan fotografi
Kamis 03 Maret 2016 00:54 WIB
Dibaca (514)
Komentar (0)

Mau Menulis? Ya, Menulis Saja!

indonesiana-20151010_0001282.jpg

 

Menulis itu mudah aja kok, nggak ribet apalagi susah seperti yang dibayangkan. Bahkan menulis itu asyik dan bisa bikin kecanduan lho! Trik atau rahasia nulis itu sangat-sangat sederhana dan cuma ada dua syarat saja yang harus dipenuhi, yaitu bisa baca tulis dan langsung aja menulis! Nggak usah mikir atau kepikiran sama aturan-aturan dogmatis imajiner atau kaidah teoritis yang susah-susah dan berat-berat, apalagi mikir hasil akhir. Lewaaaat, abaikan saja! Langsung saja tulis dan tulis semua yang ingin ditulis. Pasti deh, tulisan akan lancar mengalir dari otak, mata menuju hati lanjut ke ujung jari-jemari, jadi deh lembar-lembar goresan pena atau halaman komputer di hadapan kita! Mudahkan? Enjoy aja, karena menulis itu mengasyikan kok! Coba deh pelan-pelan dibiasakan, lama kelamaan akan mengalir lancar dengan sendirinya. Tanpa kita sadari, tahapan-tahapan ini akan membawa kita bertemu dengan passion dan keasyikan-keasyikan ajaib yang hanya bisa dirasakan tapi sulit untuk dilukiskan. Inilah yang akan membuat kita kecanduan! Masih mau...?

 

Selanjutnya, terserah! Mau dibawa kemana keasyikan dan kecanduan menulis kita. Kalau hasil tulisan mau dijadikan arsip pribadi, lanjutkan saja apa yang sudah dilakukan, menulis dan menulis. Banyak lho manfaatnya, selain kita punya realtime monument, kita jadi terbisa untuk tertib dan teratur, peka dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar, bahkan konon dengan menulis secara teratur bisa menyehatkan lho! Karena, secara teratur juga kita menjaga kinerja otak sesuai proporsinya, sehingga otak akan selalu fresh. Otak adalah pengendali dan pengontrol semua infrastruktur badan kita, jadi kalau otak kita fresh maka sistem operasional badan kita tentunya juga fresh, sehingga akan menjadikan fisik kita tetap bugar dan fresh, apalagi kalau di kombinasikan dengan olahraga....wooow dahsyat! Tunggu, masih ada lagi! Kabarnya, kegiatan menulis teratur diyakini bisa menghindarkan kita dari penyakit lupa dan kepikunan sedini mungkin. Naaaaah, tambah asyik kan?

 

Biasanya, ketika seorang penulis sudah menemukan chemistry dengan seluk beluk dunia menulis, umumnya tidak cukup sekedar menyimpan karya tulisannya hanya untuk dinikmati sendiri. Biasanya ada dorongan naluriah untuk beraktualisasi dan berinteraksi, untuk meng-komunikasikan karya tulisannya kepada khalayak yang lebih luas dengan cara berbagi baik di media sosial berbasis online maupun media cetak yang umumnya memang memberikan  ruang dan peluang untuk kepentingan dimaksud. Sekali lagi, ini naluri alamiah sebagai kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Bahkan beberapa penulis justeru merasa perlu dan mengharuskan, karena dengan beraktualisasi dan berinteraksi  dengan berbagi karya tulisan secara intensif, tentu akan menambah pergulatan wawasan, pengetahuan dan pengalaman seorang penulis yang sangat diperlukan untuk proses pengembangan diri, karena dalam proses aktualisasi dan interaksi itu akan muncul beragam apresiasi yang bisa dijadikan sebagai salah satu tolak ukur atau parameter kualitas dan kebermanfaatan karya tulisan kita. Disinilah, secara bertahap proses  pengembangan diri seorang penulis dimulai. Biasanya semakin luas wawasan, pengetahuan dan pengalaman seorang penulis akan berbanding lurus dengan kualitas karya tulisan yang dihasilkan termasuk apresiasi dari penikmat tulisannya, alias pembaca. Untuk keperluan beraktualisasi dan berinteraksi, untuk meng-komunikasikan karya tulisannya kepada khalayak yang lebih luas, ada beberapa cara efektif yang bisa di manfaatkan oleh penulis untuk berproses, seperti membuat blog pribadi (untuk tahap awal cari yang gratisan saja deh) atau bisa juga bergabung dengan blog keroyokan seperti Indonesiana, milik Tempo.co. Cara kedua, mungkin lebih efektif bagi penulis untuk berekspresi, beraktualisasi, berinteraksi sekaligus berkomunikasi dengan khalayak melalui tulisan, karena dengan wadah yang sudah mempunyai brad image yang kuat dan sistem yang sudah terstruktur rapi seperti Indonesiana, tentunya komunitas bloger/penulis yang terangkum didalamnya juga mempunyai standart kualitas yang bagus. Jadi proses aktualisasi dan interaksi yang ada didalamnya pasti berbanding lurus kualitasnya. Berani coba?

 

Kalau sudah sampai pada tahapan ini, aktifitas menulis kita sudah selangkah lebih jauh. Karya tulisan kita sudah berhubungan dengan orang lain, artinya kita sudah memasuki wilayah publik. Kalau kita sudah yakin untuk “bermain” di area publik, berarti kita juga harus siap untuk mengikuti aturan main yang berlaku disini. Tidak hanya sekedar memilih diksi yang tepat, penulis juga harus memperhatikan batasan-batasan sosial yang sudah berlaku umum di masyarakat, seperti masalah SARA, etiket, sopan santun dan sebagainya. Intinya, penulis harus siap mempertanggungjawabkan semua yang terkandung dalam karya tulisannya  kepada publik, jika suatu saat publik menghendaki. Jangan tegang dulu ya....! Karena, berbagai aturan dan batasan sosial ini akan memberikan tantangan-tantangan menarik yang akan memompa kreatifitas sekaligus memacu proses pendewasaan dan kematangan  kita, para penulis. Jadi, nggak perlu ragu-ragu kalau ingin memilih jalur menulis untuk konsumsi publik, lepas dan biarkan saja ide, pemikiran dan opini konstruktif kita mengembara melanglang buana sampai ke ruang pembacanya. Pilihan jalur menulis yang satu ini dijamin akan memberikan sensasi baru dan jenis keasyikan yang berbeda! Coba deh kalau nggak percaya, pasti asyik!

 

Sebagian besar penulis, pasti punya cita-cita atau keinginan menjadi penulis “profesional” , penulis top atau paling tidak bisa menghasilkan uang dari aktifitas menulis. Semuanya mempunyai kebutuhan yang sama, kebutuhan tingkat lanjut seorang penulis, yaitu pengakuan.  Bentuk pengakuan sebagai penulis bisa bermacam-macam bentuk dan sumbernya, ada berbagai macam award, penghargaan, pujian, sanjungan, sekedar tulisan opini saja atau bahkan dalam bentuk uang. Naaaah, ini yang bikin menulis itu lebih asyik lagi!

 

Khusus untuk bicara uang, karya tulisan kita termasuk Kekayaan Intelektual yang mempunyai nilai ekonomis lho! Jadi wajar dan sah-sah saja kalau banyak penulis akan membidik wilayah ini.  Untuk sampai di level ini, memang memerlukan kerja keras dan kerja cerdas yang efektif. Tapi jangan kuatir, semuanya dijamin tetap asyik dan mengasyikkan kok!  Apalagi kalau sudah dapat duitnya.....

 

Di era serba internet dengan berbagai produk turunannya seperti sekarang, penulis banyak diberikan kemudahan untuk memperkenalkan hasil karya tulisannya kepada khalayak, termasuk mendapatkan penghasilan dari aktifitas menulis. Selain cara lama dengan mengirimkan naskah ke berbagai penerbit atau redaksi media masa via email, membuat blog dan mengikuti berbagai lomba menulis yang setiap saat muncul di media online, bisa juga dijadikan pilihan alternatif. Jangan ragu untuk mengirim naskah tulisan ke berbagai penerbit atau media massa. Begitu juga, untuk mengikuti berbagai lomba menulis yang ada di media, diterima atau ditolak, menang atau kalah itu urusan nanti yang penting berusaha ikut dulu! Tapi harus dingat, di level ini tentu juga ada aturan main yang harus diikuti. Misalkan, untuk mengirim naskah ke media massa atau mengikuti lomba menulis yang diselenggarakan oleh institusi tertentu, masing-masing pasti ada aturan main yang harus diikuti oleh para penulis secara benar agar mendapatkan apresiasi maksimal. Sudah siap menulis? Ya langsung tulis saja...!

 

Semoga bermanfaat! 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.