Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Seleb  
Selebritas
indonesiana-istiqomatul hayati
Istiqomatul Hayati 
Senin 28 Maret 2016 21:00 WIB
Dibaca (123076)
Komentar (1)

Semoga Ini Benar-Benar Akhir yang Happy untuk Marshanda

indonesiana-402832

Ditangkapnya Irwan Yusuf, ayah kandung artis cantik Andriani Marshanda oleh Dinas Sosial DKI Jakarta telah membuat publik memahami jalan hidup bekas bintang cilik ini benar-benar rumit dan kompleks. Aksi selebritas dengan stempel gemar menuai kontroversial ini tak jarang menimbulkan cibiran dan kritikan dari para hater.

Jika diibaratkan, jalan hidup  benar-benar seperti drama sedih Korea yang mendayu-dayu dengan penderitaan melelahkan tak kunjung ada ujungnya. Kalau dikombinasikan dengan wahana di Dunia Fantasi, perjalanan hidup seperti drama Korea yang sedang menunggang roller coaster.

Babakannya sempurna: meliuk-liuk, ada kejutan yang benar-benar membikin penonton terkejut-kejut, tiba-tiba ada ketegangan hingga kita deg-degan, memuncak dan tak sabar menunggu terminal pemberhentian roaller coaster serta berharap segera ada ujungnya. Tapi rasanya pemberhentian itu masih lama sampainya.  

Marshanda yang cantik, segar dan berwajah renyah dalam usia belia harus menghadapi tekanan hidup berat. Dalam usia tujuh tahun, ia harus menjadi pelindung bagi dua adiknya dari guncangan batin akibat perpisahan orang tua. Ia tak sekadar memberikan pelukan untuk adiknya. Ia harus berjuang menghadapi guncangan yang dialaminya. Pun, ia masih dibebani tanggung jawab bekerja di usia amat belia.

BACA: Berita tentang Marshanda

Maka kita melihat sosok yang dibentuk industri hiburan. Lewat sinetron Bidadari Marshanda menjumpai ketenaran dengan wajah imut dan baik. Puja-puji mengalir deras. Media hiburan sibuk mengulik hidupnya. Ia cucu dan pewaris bisnis raja hotel kelas menengah di Jakarta, Sofyan Ponda. Saat itu, publik tak terlalu hirau Irwan, sang ayah yang memilih menikah lagi.

Tapi hidup memang harus dilewati Marshanda dengan keras. Kendati dari keluarga amat berkecukupan, ia harus bekerja. Pun, seperti ketika ‘mengamuk’ yang direkam dan diunggahnya di YouTube, Marshanda mengaku menjadi korban perisakan teman-teman kecilnya. Publik mulai berspekulasi ada apa dengannya. Citra baik-baik perlahan memudar. Tapi saat itu, para lelaki memilih berpihak kepadanya, ah lebih tepatnya siap menjadi senderan bahu dan berikan pelukan untuk Marshanda.

Kemudian datanglah Ben Kasyafani, yang saat itu menjadi kekasih Marshanda, menemani dalam kegalauan. Ia mendampingi Marshanda dan menikahinya lalu beroleh putri dengan wajah masya Allah cantiknya. Sampai di situ, alur cerita masih datar. Masyarakat makin mengelu-elukannya ketika Marshanda berhijab. Ia pun beralih profesi menjadi motivator. Kisah ngamuk dan kerinduan akan sosok ayahnya yang amat jarang dijumpainya kerap menjadi tema saat memotivasi orang.

Tiba-tiba, Marshanda menggugat cerai. Bukan itu saja. Ia juga dikabarkan melaporkan ibunya, Riyanti Yusuf ke polisi lantaran merasa dipasung di Rumah Sakit Abdi Waluyo. Ia kemudian kabur dan memilih tinggal sendiri di apartemen. Ia juga mengaku menjadi sapi perahan keluarga.

Di kemudian hari, kabar pelaporan itu lenyap. Terjadi perang media antara pihak Marshanda dan ibunya yang disokong dua adiknya. Di antara semua masalah itu, Marshanda juga menghadapi perceraian dengan Ben. Marshanda pun mulai berani tampil tanpa hijabnya. Publik pingsan.

Ibunya mengaku tindakan menahan Marshanda di rumah sakit itu lantaran ia butuh pertolongan. Riyanti menyebut Marshanda mengalami gangguan bipolar. Ini adalah masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Seseorang bisa berubah dari murung menjadi bahagia. Marshanda pun mengakuinya.

Diputus cerai, bukan berarti Marshanda merasa senang. Bagaimanapun, banyak publik yang mengintervensi kehidupannya meski tidak secara langsung. Komisi Perlindungan Anak Indonesia bahkan menyarankan hakim agar hak asuh anak jatuh ke tangan Ben lantaran gangguan bipolar itu. Saat itu, publik lega.

Publik makin menjauhi Marshanda ketika setelah bercerai, mereka menilai hidup Marshanda makin tak terkontrol. Kerap memposting di Instagram dengan foto seksi menimbulkan cibiran dan hujatan untuknya. Citra bekas artis idola seolah tak berbekas. Pada fase ini, Marshanda kembali akur dengan ibunya.

Saat publik mulai tak peduli dengannya, datanglah kabar ini. Irwan Yusuf kegaruk Dinas Sosial karena mengemis. Badannya digambarkan dekil, pakaian kumal, dan bau karena jarang tersentuh air mandi.  Sudah tiga bulan ayah Marshanda mengemis usai tempat kerjanya di bengkel bangkrut. Ia tak mampu membayar kontrakan murah. Istri muda dan ketiga anaknya sudah pergi meninggalkannya.  Karena diusir dari rumah kontrakan, Irwan hidup menggelandang. Terkadang ia tidur di emperan musala atau rumah orang. Ia tak sanggup menahan lapar. Maka mengemis menjadi satu-satunya pilihan, sekadar untuk mengganjal perut.

Kabar ini langsung menjadi viral di media portal. Pada tahap inilah, publik mulai memahami mereka telah cepat menghakimi Marshanda. Publik tiba-tiba berubah menjadi psikolog yang menilai gangguan bipolar Marshanda karena hidupnya sungguh mirip drama Korea yang menunggang roller coaster. Penuh kejutan dan bahkan saat mata meram pun tak kunjung sampai.

Publik kemudian menghujani Marshanda dengan pujian saat ia menengok ayahnya di Panti Sosial Bina Insani 2 di Cipayung Jakarta Timur. Marshanda bahkan menyatakan tetap menyayangi papanya. Ia tak malu ayahnya mengemis bahkan menyatakan sudah menyediakan rumah layak. Masyarakat tiba-tiba jatuh cinta lagi kepada Marshanda. Semoga ending kisah Marshanda benar-benar happy.

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.

0
0
2017-07-15 02:46:57
Mastercasino88 menghadirkan minimal deposit dan withdraw yang sangat rendah loh : minimal deposit Rp20.000 Minimal Withdraw Rp50.000