Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Sepakbola
indonesiana-tempoid-default
Sunu Dyantoro
Rabu 22 Juni 2016 12:43 WIB
Dibaca (2426)
Komentar (0)

Orang Lamongan dan Gairah Jerman

indonesiana-512316


Menyaksikan Mesut Oezil memberi umpan matang kepada Bastian Schweinsteiger yang melahirkan gol, saya jadi teringat akan suasana malam di Jerman yang begitu bergairah berkat kehadiran para pendatang dariTurki. Gol di masa injury time ini mengantarkan tim sepak bola nasional Jerman menang 2-0 melawan Ukraina dalam pertandingan perdananya di Piala Eropa 2016 di Prancis, Senin dinihari 13 Juni lalu.

Di sejumlah kota besar Jerman, Berlin misalnya, kehadiran imigran Turki mampu membunuh sepi kota ketika malam mulai menunjuk jarum sepuluh. Pada musim gugur, apalagi musim dingin, malam di Berlin tak ubahnya Bantul yang ngelangut dan dingin. Warung Turki di pojok-pojok kota membantu malam lebih bercahaya. Kehangatan anak muda keturunan Turki yang tengah bercengkerama membuat kota tak segera bungkam ditimpa malam. Setidaknya, ada 2,8 juta orang Turki hidup di Jerman yang berpenduduk 81 juta jiwa.

Oezil, si raja assist, adalah keturunan Turki yang kini bermain untuk Arsenal, telah masuk tim nasional Jerman sejak tujuh tahun lalu. Selain Oezil, ada Emre Can dan Ilkay Guendogan yang merupakan pemain berdarah Turki yang bermain untuk tim Der Panzer Jerman. Di dalam tim, Oezil dan Schweinsteiger, juga Toni Kroos, Jerome Boateng, Mats Hummels, dan Thomas Mueller, memainkan sepak bola yang sejauh ini telah menyumbangkan trofi Piala Dunia 2014.

Gocekan Oezil di Tim Jerman bak mewakili lincah orang rantau Turki mencari penghidupan di Jerman. Pendatang Turki juga mengingatkan kita akan banyak orang Lamongan "diaspora” yang membuka warung tenda pecel lele pinggir jalan di hampir seluruh kota di Indonesia. Seperti warung pecel lele Lamongan, kedai kebab milik imigran Turki menjadi penolong mereka yang kelaparan pada tengah malam. Warung kebab juga tumpuan mencari sahur ketika suhu menggigilkan tubuh menjelang imsak.

Jika pada Piala Eropa kali ini Oezil berperan penting menolong timnya, agaknya ia akan menjalankan tugas itu dengan baik hingga target juara ada di tangan. Pada pertandingan kedua, Oezil bermain kurang bagus, Jerman ditahan seri 0-0 oleh Polandia. Bermain di Grup C, Jerman bersaing dengan Ukraina, Polandia, dan Irlandia Utara. Anak imigran Turki kelahiran Gelsenkirchen ini masih menjadi salah satu pemain andalan pelatih Joachim Loew. Kepada Oezil, Loew berharap ia menjadi motor serangan. Dua tahun lalu, Oezil telah membuktikannya di Piala Dunia.

Harapan pedagang kebab Turki, sama dengan Loew, kembali menyaksikan Oezil bermain hingga puncak pertandingan pada Selasa dinihari 11 Juli nanti, dan juara. Semula, kesetiaan dukungan masing-masing imigran Turki terbelah karena baik Jerman maupun Turki berlaga pada putaran final. Situasi berubah setelah Turki kalah dalam dua kali tanding di grup D sehingga gagal masuk 16 besar. Loyalitas dukungan imigran Turki kembali menggumpal kepada Oezil dan tim Jerman.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.