Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-iskan
Iskan Pers
Selasa 26 Juli 2016 22:19 WIB
Dibaca (19887)
Komentar (0)

Fenomena UN Swissindo Menunggu Jawaban

indonesiana-OBLIGASI_UN_SWISSINDO.jpg

Kalangan perbankan khususnya di Sulawesi Selatan dipastikan terancam gusar lantaran nasabah debiturnya bersikap berhenti bayar angsuran kredit menyusul gencarnya sosialisasi pihak UN Swissindo yang menginformasikan bahwa utang rakyat Indonesia di bank telah dibebaskannya sejak 4 Feberuari 2016. 

Ratusan warga masyarakat dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) diantaranya kota Makassar, kabupaten Gowa, kabupaten Takalar, dan kabupaten Sinjai telah mengikuti kegiatan sosialisasi tim UN Swissindo. Mereka memperoleh informasi bahwa UN Swissindo telah menitipkan dananya di Bank Indonesia dan 6 Prime Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI, Lippo Grup/Cimb, Damamon) senilai US$ 6.1 triliun untuk membebaskan utang rakyat Indonesia baik yang di bank maupun di perusahaan leasing sejak 4 Feberuari 2016 yang lalu. Mereka adalah mayoritas nasabah debitur aktif dari berbagai bank. 

Setelah mendengarkan penjelasan informasi yang disampaikan oleh tim Special Operation Executive (SOE) Swissindo Sulsel, La Ceni Kalean dan Nurhadijah, para nasabah bank yang berasal dari kalangan guru, wiraswasta, dan tokoh masyarakat itu mengapresiasi, mendukung bahkan segera menyikapinya untuk segera berhenti melanjutkan pembayaran angsuran kreditnya. 

Sebagaimana sosilisasi yang berlangsung di sebuah rumah warga di Jl. Baso Dg. Ngawing Allatappampang Pallangga Gowa, Jumat pekan lalu, sedikitnya lima puluh orang nasabah debitur bank yang masih aktif menyatakan akan berhenti membayar angsuran kreditnya sebab telah memegang dokumen pembebasan utang oleh UN Swissindo yang ditandai dengan dokumen tersebut telah sampai di tangannya masing-masding sebagai bukti pembebasan kredit di bank. 

Tidak sampai disitu saja, tim SOE UN Swissindo Sulsel, La Ceni kalean, kian gencar melakukan sosialisasi melalui persuratan ke pimpinan pemerintahan dan perbankan serta perusahaan leasing, juga ke pihak kepolisian dan TNI di berbagai daerah kota dan kabupaten se Sulsel. 

Sementara itu, kalangan perbankan tampaknya gusar sebab belum memahami keberadaan UN Swissindo terlebih mau menerima kebenaran informasinya bahwa kredit nasabahnya yang masih sedang berjalan itu sudah terbayar lunas. 

Sikap pihak perbankan pun bervariasi menanggapinya, ada yang menyambutnya dengan senang hati ada pula yang menolak mentah-mentah. Seperti halnya di BRI Cabang Sinjai, dokumen klarifikasi pembebasan utang yang diserahkan oleh UN Swissindo dua kali untuk dua orang nasabah debitu dan dua kali pula ditolak pihak BRI setempat sambil tetap memproses agunan nasabahnya sebagaimana aturan BRI pusat. 

Lain halnya di BTPN Takalar. Kepala BTPN Takalat justru tampak mengapresiasi informasi itu. "Oh ini baik, bisa makmur bangsa Indonesia. Tapi tunggu saya akan kordinasi ke atas dulu," kata Kepala BTPN Takalar usai membaca dokumen klarifikasi pembebasan utang yang diserahkan tim UN Swissindo Sulsel sebagaimana ditirukan Nurhadijah. 

Sedangkan di salah satu bank Mandiri di Makassar, pihak bank tersebut hanya berani menandatangani bukti penerimaan berkas dokumen sepanjang bukan sebagai bukti persetujuan informasi tersebut. 

Sementara pihak otorisasi Jasa Keuangan (OJK) Makassar menunjukkan sikap ingin tahu. "Kalau boleh tahu, domisili hukumnya dimana dan sumber dananya dari mana ya ?," tanya Kepala Bagian Edukasi Perlindungan Konsumen Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) Makassar, Norma Sita, kepada La Ceni Kalean yang mengisyaratkan bahwa lembaga keuangan Swissindo merupakan hal yang baru bagi pihak OJK Makassar. 

Sikap bervariasi yang ditunjukkan oleh pihak perbankan itu mengisyaratkan, pihak Bank Indonesia (BI) tidak menyampaikan informasi ke bank-bank yang ada dibawah kewenangannya soal adanya dana pembebasan utang yang diklaim UN Swissindo. Ataukah memang pihak BI tidak tahu soal issu yang 'dibongkar' oleh UN Swissindo itu ??? 

Sementara Advokat Un Swissindo Yunasril Yuzar SH pada dinding akun facebooknya, 2 Juli, menulis, "................ cek ke BI atau Swissido atas kebenaran informasi Pembebasan Beban Utang, Swissindo resmi bebaskan utang rakyat tanggal 4 februari 2016, dengan menyebutkan account dan nilai dan World Bank, ga mungkin main-main, Kejahatan International dgn membawa-bawa logo UNO dan World Bank, nyatanya Swissindo sudah banyak mengeluarkan surat dan data, serta membawa-bawa nama Pentagon, CIA, FBI, Seato, Nato, Non Blok suatu hal bodoh kalau Swissindo main-main, apa untungnya......." 

Desakan UN Swissindo kian meruncing untuk mendesak pihak BI "buka mulut" sehingga pengurus UN Swissindo Sulsel maupun nasabah debitur yang telah bersikap hentikan bayar angsuran kredit mengagendakan untuk menggelar aksi damai di depan kantor Bank Indonesia cabang Makassar pada Kamis (28/7/2016) mendatang. (*) 

(*) penulis adalah salah seorang aktivis di Makassar. 

Sumber berita terkait: 

1. http://komando-plus.blogspot.com/2016/07/un-swissindo-kian-gencar-sosialisasi-di.html 

2. http://komando-plus.blogspot.co.id/2016/07/lagi-swissindo-ditolak-bri-sinjai.html 

3, http://komando-plus.blogspot.co.id/2016/06/un-swissindo-ditanggapi-pro-kontra-di.html 

4. http://komando-plus.blogspot.co.id/2016/07/soe-un-swissindo-semakin-menggeliat-di.html




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.