Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Seleb  
Film
indonesiana-tempoid-default
Daniel HT 
Selasa 02 Agustus 2016 10:32 WIB
Dibaca (4392)
Komentar (0)

Menuntaskan Misteri Identitas Jason Bourne

indonesiana-jason-bourne-2016-movie-poster.jpg

Kehebatan agen rahasia CIA, Jason Bourne dalam mengalahkan musuh-musuhnya setara dengan agen-agen rahasia lainnya di film-film aksi spionase seperti  agen rahasia berkode 007 dari IMF (Inggris): James Bond, dan Ethan Hunt dari IMF Inggris dalam franchise “Mission Impossible”.
 
Namun Jason Bourne yang diperankan oleh Matt Damon mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dipunyai oleh agen-agen rahasia seperti James Bond, Ethan Hunt, dan lain-lain, yaitu jika James Bond dan Ethan Hunt dalam menjalankan misinya berdasarkan perintah dari atasannya masing-masing (CIA, IMF) untuk menyelamatkan dunia dari penjahat psikopat, juga dibantu dengan peralatan spionase yang serba canggih, yang bahkan saking canggihnya hanya ada di film alias fiksi, demikian juga dengan aksi-aksi mereka yang sebagian darinya hanya mungkin terjadi di dalam film, tidak demikian dengan Jason Bourne.
 
Meskipun seorang agen rahasia CIA, Jason Bourne beraksi melawan musuh-musuhnya bukan berdasarkan perintah dari atasannya (CIA), apalagi dibantu dengan peralatan spionase canggih, justru sebaliknya ia harus berjuang menyelamatkan dirinya sendiri dari kejaran musuh-musuhnya yang terus memburu untuk membunuhnya atas perintah atasan mereka di CIA.
 
Senjata ampuhnya adalah kedua tangannya, dan benda apa pun yang ada di dekatnya yang bisa diapakai untuk melumpuhkan dan membunuh lawan-lawannya. Maklum, Jason Bourne memang telah diprogram oleh CIA untuk menjadi mesin pembunuh yang sangat efektif yang telah dicuci otaknya.
 
Program yang sangat rahasia yang sesungguhnya ilegal bernama Blackbriar itu diadakan oleh sekelompok petinggi CIA yang menamakan kelompok mereka: “Treadstone”.
 
Dengan tingkat kerahasiaan yang tertinggi sampai bahkan pemerintah pun tidak tahu, Treadstone dengan program Blackbriar-nya merekrut sejumlah agen rahasia CIA yang terbaik di antara yang terbaik. 
 
Mereka dicuci otaknya, lalu dilatih secara khusus untuk menjadi mesin pembunuh yang paling efesien, tanpa perasaan, tanpa nurani, tanpa bertanya, tahunya hanya menjalankan perintah dari Treadstone untuk membunuh setiap orang yang dianggap musuh-musuh Amerika di seluruh dunia. 
 
Salah satu mesin pembunuh dari program Blackbriar itu adalah Jason Bourne.
 
Namun di tengah jalan, program Blackbriar berantakan, gagal dijalankan sebagaimana direncanakan, alhasil program tersebut pun terancam bocor ke publik.
 
Para petinggi CIA di Treadstone pun kelabakan, karena jika Blackbriar sampai bocor, maka itu akan menjadi skandal terbesar yang belum pernah ada sebelumnya di dalam sejarah CIA, dan hukuman maha berat sudah pasti menunggu mereka semua. Maka untuk mencegah hal itu terjadi penyalahgunaan wewenang olah para petinggi CIA itu berlanjut dengan mengirim pembunuh bayaran andalan CIA untuk menghabisi satu per satu mesin-mesin pembunuh yang terlanjur diciptakan dari Blackbriar itu, termasuk Jason Bourne.
 
Jason Bourne berhasil ditemukan oleh si pembunuh, ia berhasil menembak Bourne dua kali di tubuhnya. Jason Bourne terjatuh dan hanyut di laut, terapung di Laut Meditterania. Namun ia tidak mati, hanya pingsan, dan ditemukan serta ditolong oleh para pelaut yang kebetulan kapalnya melewati lokasi itu.
 
Saat siuman Bourne ternyata mengalami amnesia, ia tidak mengenal dirinya sendiri, ia tidak tahu siapa sebenarnya dia. 
 
Saat hendak diobati lukanya dari balik kulit pinggangnya ditemukan sebuah informasi mengenai simpanan di safe deposit box di sebuah bank di Swiss.
 
Di safe deposit box itu terdapat paspor dengan foto dirinya dengan identitas bernama Jason Bourne, sejumlah uang dan sepucuk pistol. Penemuan tersebut semakin membuat Bourne bingung, ia tidak ingat asal-usul namanya Jason Bourne, sejak kapan ia mempunyai simpanan di sana, dan untuk apa sejumlah uang dan sepucuk pistol itu.
 
Setelah itu Bourne mengalami sejumlah peristiwa misterius yang membuatnya semakin bingung sendiri, semakin lama semakin membuatnya penasaran, siapa dirinya sebenarnya, dan kenapa ia bisa sedemikian ahli dengan ilmu bela diri.
 
Sejumlah orang terus mengejarnya dan ingin membunuhnya, secara refleks ia bisa melawan mereka dengan keahlian bela dirinya yang sangat luar biasa, melumpuhkan dan membunuh mereka semua, termasuk pembunuh bayaran yang paling hebat dari CIA yang berada di setiap film Bourne.
 
Sembari terpaksa menghadapi musuh-musuhnya yang terus-menerus secara masif memburunya, Bourne pun berusaha keras memulihkan ingatannya, menyelidiki siapa dia sebenarnya, dan siapa otak dari pihak yang menginginkan kematiannya itu, dan kenapa mereka ingin membunuhnya. 
 
Bourne akhirnya berhasil memulihkan ingatannya, juga berhasil mengungkapkan misteri di balik perburuan terhadap dirinya: siapa yang menjadi otak di balik perintah pembunuhan terhadap dirinya, dan mengapa perintah itu dikeluarkan. 
 
Ternyata Treadstone yang terdiri dari beberapa petinggi CIA dengan program maha rahasia mereka bernama Blackbriar-lah yang berada di balik semua itu. Bourne berhasil membongkarnya, dan para petinggi CIA itu pun dijebloskan ke penjara.
 
Demikianlah sekilas rangkaian kisah Jason Bourne yang terdapat di trilogi Jason Bourne, mulai dari The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004), dan The Bourne Ultimatum (2007).
 
Sebenarnya, masih ada lagi satu sequel Bourne yang berjudul  The Bourne Legacy (2012), tetapi film itu tidak menceritakan tentang Jason Bourne, melainkan tentang rekannya yang bernasib sama dengannya bernama Aaron Cross (Jeremy Renner).
 
Pada 2007 setelah menyelesaikan The Bourne Ultimatum, ketika ditanya mengenai kelanjutan sequel film itu, Matt Damon pernah mengatakan bahwa dia tak akan mau bermain lagi sebagai Jason Bourne jika film itu tidak disutradarai oleh Paul Greengrass lagi. Greengrass adalah sutradara untuk film The Bourne Supremacy dan The Bourne Ultimatum.
 
Pernyataan Matt Damon itu dibuktikan dengan saat kelanjutan The Bourne Ultimatum hendak digarap dengan sutradara yang berbeda (Tony Gilroy), Damon konsisten dengan pernyataannya itu dengan menolak bermain lagi di film tersebut.
 
Akhirnya film itu terpaksa mengubah jalan ceritanya dengan mengadakan “another Bourne” bernama Aaron Cross dengan judul The Bourne Legacy itu.
 
Film ini secara komersial kalah sukses jika dibandingkan dengan tiga film Bourne yang dibintangi oleh Matt Damon, tetapi melihat peluang prospeknya yang bagus, pihak Universal memutuskan melanjutkan sequel kisah aksi petualang dari Aaron Cross tersebut. Sequel Bourne Legacy itu akan disutradari oleh Justin Lin yang baru saja menggarap Star Trek Beyond dengan tetap dibintangi oleh Jeremy Renner sebagai Aaron Cross.
 
Tentu akan menjadi suatu hal yang menarik jika kelak Jason Bourne dan “rekannya” Aaron Cross dipertemukan dalam satu film Bourne. 
 
Baru di tahun 2016 Paul Greengrass kembali bersedia menggarap lanjutan dari The Bourne Ultimatum, dan dengan sendirinya Matt Damon pun bersedia memerankan Jason Bourne di film yang diberi judul Jason Bourne, yang baru saja dirilis di seluruh dunia mulai minggu lalu, termasuk di Indonesia.
 
Identitas sebenarnya dan misteri Jason Bourne terungkap di The Bourne Ultimatum. Sebelum identitasnya diubah menjadi Jason Bourne, nama sebenarnya adalah David Webb, salah satu agen rahasia terbaik yang dimiliki CIA.
 
David Webb atau Jason Bourne pun mengakhiri kisah petuang aksinya di film tersebut dengan menghabisi musuh-musuhnya, pentolan-pentolan jahat atasannya di CIA pun mendapat ganjarannya dengan ditangkapi satu persatu untuk kemudian diadili dan masuk penjara.
 
Lalu, cerita apa lagi yang akan dikembangkan di Jason Bourne?
 
Ternyata misteri dan identitas Jason Bourne masih belum terungkap tuntas. 
 
Dikisahkan setelah peristiwa di Bourne Ultimatum, Jason Bourne pun pergi mengasingkan dirinya menjadi warga biasa di suatu tempat di Yunani, sudah 6 tahun dia di sana.
 
Di Yunani ia menjadi petarung bayaran, mengikuti pertarungan-pertarungan tangan kosong ilegal.
 
Di suatu tempat di Islandia, seorang agen rahasia perempuan CIA bernama Nicky Persons (Julia Stiles) yang pernah membantu Bourne dalam pelariannya di dua film Bourne sebelumnya, datang ke sebuah lokasi rahasia CIA. Ia kemudian secara diam-diam meretas dan mencuri data rahasia dari komputer CIA di sana.
 
Upaya peretasan data itu diketahui oleh  Kepala Divisi Operasional cyber-spy CIA yang berada di kantor pusat CIA di New York bernama Heather Lee (Alicia Vikander), ia berusaha menghentikan upaya peretasan itu, tetapi terlambat. Data rahasia itu berhasil dicuri dan disimpan di sebuah USB, dibawa lari oleh Nicky Persons.
 
Direktur CIA Robert Dewey (Tommy Lee Jones) segera memerintahkan pelacakan dan pengejaran besar-besaran terhadap keberadaan Nicky Persons, menggunakan kecanggihan berbagai teknologi pelacakan canggih milik CIA.
 
Robert Dewey berkata kepada Heather Lee bahwa data itu akan sangat berbahaya jika sampai jatuh di tangan Bourne, karena di situ terdapat program rahasia CIA terbaru bernama Ironhead, juga ada data-data yang bisa digunakan Bourne untuk menghancurkan CIA.
 
Maka itu Lee harus segera dapat melacak keberadaan data itu dan menghancurkannya. Heather Lee mengatakan kepada Dewey bahwa ia telah memasang malware di data tersebut sehingga ketika dibuka akan secara otomatis melacak lokasi di tempat mana data itu dibuka. Setelah terlacak ia dapat mengendalikan data itu dari jarak jauh dengan menghapuskannya.
 
Pelacakan satelit mata-mata CIA berhasil menemukan Nicky Persons di Yunani, ternyata ia pergi ke sana menemui Jason Bourne untuk menyerahkan data terebut kepada Bourne.
 
Mengetahui hal itu, Dewey langsung memerintahkan agen-agen rahasia CIA di Yunani untuk memburu Nicky Persons dan Jason Bourne. Secara diam-diam ia pun menghubungi seorang pembunuh bayaran profesional bernama Asset (Vincent Cassel) untuk membunuh Jason Bourne dan Nicky Persons.
 
Perburuan pun segera dimulai seperti film-film Bourne sebelumnya, kali ini lokasinya di Athena, Yunani (di tengah-tengah terjadinya kerusuhan akibat demonstrasi massa), Madrid, New York, dan berakhir di Las Vegas.
 
Data yang berhasil dibuka oleh Bourne itu ternyata mengungkapkan suatu rahasia baru masa lalunya yang masih berkaitan dengan program Blackbrair, Treadstone,  Robert Dewey, dan dengan ayahnya; Richard Webb (Gregg Henry).
 
Richard Webb adalah seorang ahli analisis CIA, yang beberapa tahun lalu sebelum program Blacbrair dimulai,  tewas oleh bom mobil hanya beberapa saat setelah bertemu dengan anaknya; David Webb (Jason Bourne).
 
Dari data itu pula Bourne berhasil mengetahui siapa sebenarnya  pembunuh dan otak pembunuhan ayahnya itu, dan kenapa pembunuhan itu dilakukan.
 
Dibandingkan dengan tiga film Bourne sebelumnya, Jason Bourne masih kalah seru dan tegang, meskipun tetap wajib ditonton bagi penggemar film-film aksi spionase, apalagi bagi penggemar Jason Bourne, karena di lanjutan trilogi asli Bourne inilah terungkap tuntas identitas David Webb alias Jason Bourne itu.
 
“Di film ini, dia (Bourne) mendapat semua jawaban dari pertanyaan utama mengenai identitas dirinya, jadi film ini akan menjadi sangat menarik,” kata Matt Damon, dalam video di balik layar yang diberi judul “Jason Bourne is Back”
 
Jason Bourne di film ini juga digambarkan sudah tampak mulai menua, dan letih dengan semua kehidupan keras yang dijalaninya itu.
 
Sedangkan Heather Lee adalah agen CIA yang masih sangat muda usianya sehingga meskipun ia mengepalai divisi operasional yang berkaitan dengan teknologi cyber-spy di CIA, ia masih tergolong hijau dalam pengalaman menghadapi berbagai strategi dan kelicikan agen-agen senior CIA, tanpa disadarinya ia pun diperalat boss-nya sendiri; Direktur CIA Robert Dewey untuk membunuh Bourne, juga menjadi target untuk dibunuh.
 
Sebelum diputuskan berjudul Jason Bourne, film ini hendak diberi judul The Bourne Betrayal, tetapi tidak jadi, mungkin karena terkesan tidak baik bagi tokoh protogonisnya.
 
Meskipun demikian kita masih dapat menangkap cerita kenapa sampai Jason Bourne disebut sebagai pengkhianat (negara) oleh CIA, di saat bersamaan kita diajak merenung, bagaimana seharusnya seorang agen mata-mata seperti Bourne bersikap di saat mendapat suatu perintah demi kepentingan negaranya, tetapi caranya bertentangan dengan hukum dan nuraninya.
 
Apakah ia harus tetap melaksanakannya tanpa banyak tanya kepada atasannya, ataukah harus melawannya? Jika terjadi pertentangan demikian, siapakah sebenarnya yang layak disebut pengkhianat negara?
 
Kembalinya Jason Bourne disambut penuh antusias oleh penggemarnya di Amerika Serikat, buktinya: dari hari perdana pemutaran filmnya (29/7) sampai dengan Minggu (31/7), Jason Bourne berhasil meduduki urutan pertama box office dengan pemasukan 60 juta dollar AS, menggeser Star Trek Beyond ke urutan nomor 2. *****
 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.