Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Dunia  
Timteng
indonesiana-tempoid-default
Ahmad Taufik 
Kamis 11 Agustus 2016 18:05 WIB
Dibaca (7945)
Komentar (0)

ISIS Sudah Tamat, Organisasi Baru Segera Mencuat

indonesiana-520797

Gagalnya kudeta di Turki, dan kembalinya kemesraan antara Recep Tayyip Erdogan ke pelukan Presiden Rusia Vladimir Putin menandai babak baru organisasi teroris di Timur Tengah. Islamic State Iraq-Syam atau Negara Islam Irak dan Sriah (ISIS), buatan Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, yang selama ini dibantu oleh Turki akan segera "dimatikan", minimal kekuatannya dikecilkan, seperti Taliban atau Al-Qaeda di Afghanistan.

ISIS, sebagaimana namanya bergerak di wilayah Irak dan Suriah. Tujuannya menghancurkan kekuatan Suriah yang dipimpin Bashar Assad, salah satu musuh utama Israel. Namun, teror ISIS ternyata menyebar ke seluruh dunia, terutama ke Eropa, bahkan ke tuannya Turki dan Arab Saudi.

Kalau ISIS dipimpin Abubakar Al Bagdadi - sebuah nama kota kecil dekat Tikrit, Irak, maka organisasi baru ini, seperti urutan ke khalifahan pasca Nabi Muhammad akan dipimpin oleh  orang yang bernama Umar (Omar). Karena pada masa ke khalifahan Umar bin Khattab lah ekspansi Islam menyebar disertai perluasan wilayah kekuasaan, termasuk mengalahkan Kerajaan Persia.

Nantinya, pemimpin organisasi (teroris) baru ini datang dari daerah bernama Khurasan. Saat ini Khurasan berada di kawasan Persia (Iran). Namun, kekuasaan Kerajaan Islam Khurasan, atau kekuasaan organisasi yang akan bernama Emirate Islamic Khurasan akan meliputi pinggiran Iran yang berbatasan dengan Afghanistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Khurasan berasal dari Bahasa Persia yang berarti tanah dimana matahari terbit (bersinar).

Ada tujuh tujuan utama pendirian Emirate Islamic Khurasan, tiga diantaranya ; berjihad membebaskan Jerusalem dari Israel dan Hijaz dari kekuasaan Kerajaan Arab Saudi; mendirikan satu khalifah (pemerintahan) global untuk semua negara muslim ; dan membantu muslim dimanapun berada yang membutuhkan pertolongan.

Jelas, jika ISIS bertujuan menghancurkan Suriah dan Irak, maka Kerajaan Islam Khurasan akan memporakporandakan Iran (Persia). Tujuan membebaskan Jerusalem dari Israel, tentu saja, Cuma lips service atau kampanye opini. Sedangkan kalau merebut Hijaz, terutama dua kota suci (haramain) Mekkah dan Madinah dari Kerajaan Arab Saudi, bisa saja benar. Karena Kerajaan yang dipimpin Ibnu Saud (Raja Salman) ini kini tengah kolaps keuangan, sejak peperangan menghadapi (Houti) Yaman yang hingga kini tak pernah tuntas, pernah membantu ISIS dan kampanye paham wahhabi ke seluruh dunia.

Saking kolapsnya, Kerajaan Arab Saudi mematok visa yang sangat mahal untuk umrah dan haji. Minyak tak lagi bisnis yang menguntungkan karena harganya yang rendah, bahkan lebih mahal ongkos produksinya. Lalu, haji dan umrah parawisata "wajib" bagi muslim yang tak pernah putus sepanjang tahun lebih menjadi masukan pendapatan negara (devisa) Kerajaan Arab Saudi.

Klan Ibnu Saud, pemimpin Kerajaan Arab Saudi akan ditinggalkan , digantikan "boneka" lain yang menjanjikan keuntungan bagi Amerika Serikat dan sekutunya, terutama Israel. Emirate Islamic State akan menjadi mainan anyar, bagi pemimpin Amerika Serikat baru yang akan terpilih, pengganti Obama. Bersiaplah, umat Islam, mendapat nestapa baru, organisasi (teroris) dengan label Islam yang lebih kejam dan kekuasaan yang lebih luas. (***)

Jakarta, 10 Agustus 2016

Ahmad Taufik, Master Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Bandung.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.