Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-Lita
Lita Chan Lai
Kamis 06 Oktober 2016 00:37 WIB
Dibaca (2777)
Komentar (0)

Bantuan UMS tersalurkan, Tim SARMMI Akhiri Operasi di Garut

indonesiana-l3.jpg

Setelah tujuh hari membantu korban banjir bandang di Kabupaten Harut. Selasa Siang (4/10), Tim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yang diberagkatkan dari Solo Jawa Tengah, resmi mengakiri operasi kemanusiaannya.  

“Selain karena Pemerintah telah mengumumkan operasi SAR berakhir, dan masa tanggap darurat tahap kedua dinyatakan selesai, tim  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia meninggalkan Garut karena bantuan kemanusian sudah disalurkan semua ke korban banjir. Hari ini kami resmi mengakhiri operasi di Garut”, demikian kata Ketua Divisi Operasional Wawan Siswoyo.

Diterangkan oleh Wawan Siswoyo, bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dipercayakan kepada SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia telah didistribuskan di empat Kecamatan terdampak banjir. Empat kecamatan itu adalah Garut Kota, Bayongbong, Tarogong Kidul, dan Banyuresmi.

“Bantuan disalurkan langsung ke kampung – kampung. Ada juga yang disampaikan melalui Pimpinan Muhammadiyah Daerah Garut. Bantuan yang diberikan berbentuk kebutuhan Balita, keperluan wanita, dan perlengkapan sekolah. Anak dan ibu memang sasaran utama bantuan, karena mereka adalah kelompok paling rentan di bencana alam”, terang Wawan Siswoyo.

Dihubungi di kesempatan berbeda, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof. Dr. Bambang Setiadji, MS. Menjelaskan bantuan itu merupakan ujud kepedulian dari Kampus yang dipimpinnya sebagai komitmen Muhammadiyah untuk mengurangi penderitaan korban banjir Garut. Bambang Setiadji berharap korban banjir mendapat perhatian semua pihak, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

“Semoga korban banjir tidak bertambah. Warga yang masih hilang nantinya dapat ditemukan. Warga yang kehilangan tempat tinggal dapat direlokasi ke tempat aman. Jangka pendek kebutuhan korban dapat terpenuhi, dan dibantu oleh Pemerintah maupun masyarakat”, lanjut Bambang Setiadji.

Selama di Garut Tim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia mendirikan Posko di Kampung Tegal Jambu. Kelurahan Pananjung. Taragong Kidul. Tim ini dipimpin Novelano Ricani, dan beranggotakan tiga Pengurus SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yakni Muh. Ansori, Farich Fauzie, dan Moh. Apri Riago. Edy Setiawan dari Mapala Universitas Muhammadiyah Jogjakarta. Dua relawan yang masing-masing Ghufron Mujahidin dari Pusat Riyal Solo, dan Hendra Manalu dari Mapala Archa Buana Universitas Pamulang. Anggota lainnya adalah Adityo Dhanisworo, dan Andriyansyah.

Dua nama terakhir itu merupakan anggota Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta yang tergabung dalam tim Rescue pertama yang dikirim SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia ke Garut. Dalam tim rescue pertama terdapat pula tiga anggota Stacia lainnya yaitu M. Junaedi, Adlin Nefriza, Nurdin Lessy, serta Elis Farwati, dan Budiman Abdulah dari Mapala Camp STIEM Jakarta. Sedangkan tim Rescue kedua dari SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia berasal dari Lampung yang dipimpin Andi Sapriandi anggota Mapasanda STIEM Lampung Selatan.

Dalam mendistribusikan bantuan tim  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia melakukan dua kali pengumpulan data lapangan (assessment) yang dilakukan berurutan. “Data yang kami dapat dari pihah Kecamatan, atau Kelurahan, kami crosscheck lagi dengan turun langsung ke kampung - kampung terdampak. Dari hasil crosscheck, kami dapat menentukan kebutuhan masing-masing warga korban banjir di setiap kampung”, kata.

Diterangkan pula oleh Riago, selain menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka dipercaya pula menyalurkan bantuan Jama’ah  Masjid BKI Jakarta Utara, dan Stacia Universitas Muhammadiyah Jakarta. Jama’ah Masjid BKI menyumbang perlengkapan dapur. Stacia menyumbang peralatan tulis menulis siswa Sekolah Dasar.

“Mereka ke Posko kami. Tentu kami menjaga betul amanat mereka. Seperti halnya bantuan kemanusiaan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, bantuan dari Jama'ah Masjid BKI dan anggota Stacia dibutuhkan warga di empat Kecamatan yang jadi fokus kami menyalurkan bantuan. Di masa tanggap darurat tahap kedua, bantuan ke Garut mulai menipis. Bantuan dari tiga lembaga itu sangat dibutuhkan warga”, demikian kata Riago. (AS)




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.