Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Travel  
Travel Potret
indonesiana-Markus
Markus Mekeng
Senin 17 Oktober 2016 12:08 WIB
Dibaca (3285)
Komentar (0)

Anak Tradisi dari Maumere

indonesiana-Moat_Monge_dan_Kuwu-nya.jpg

GaPi - Siang itu, Mo'at Monge tampak serius bekerja dalam sengitnya terik matahari yang datang menyengat. Di gubuk kecilnya bernama 'kuwu' itu, beliau memasak 'moke' hasil irisan beberapa malam terakhir. Api menjalar, membakari periuk tanah tempat 'air kata-kata' itu diendapkan. Kayu-kayu terbaik dipilihnya untuk jadi pengumpan yang punya hasrat bakar menggebu-gebu.

Bagi Mo'at Monge, mengiris dan memasak 'moke' adalah rutinitas yang harus dan terus-menerus dilakukan guna bertahan hidup. Dia kemudian menjual dan memasok 'moke-moke'-nya ke para pelanggan. Ada beberapa yang datang langsung ke tempat pemasakan. Sekadar mencicipi minuman warisan nenek moyang pengasal itu.

Satu hal yang pasti baginya, hidup dengan mengurus perkara "kemoke-an" sudah lebih dari cukup untuk dikatakan mapan, sebuah istilah yang akhir-akhir ini lagi digandrungi demi menandaskan status sosial tertentu. Sebab, yang terpenting untuk seorang Mo'at Monge adalah hidup dari 'moke' telah membawanya mampu membesarkan hingga menyekolahkan ketiga orang anaknya.

Anak-anaknya kini sudah punya pekerjaan yang lebih layak daripadanya. Dan, barangkali Mo'at Monge adalah salah satu bapak pengiris 'moke' yang akan menghabiskan masa tuanya dengan penuh bahagia.

Sepintas kilas, beliau memang sudah sukses untuk menjadi seorang bapak. Tapi, ketika ditanya apakah ia akan berhenti mengiris dan memasak, jawabannya tidak. "Saya ini anak tradisi yang lahir, hidup, dan nanti mati dengan moke. Saya akan tetap jadi gembala peradaban sampai kapanpun. Saya bahagia meski hidup hanya sebagai seorang pemasak moke," tuturnya.

Mo'at Monge benar. Sebab, apalah artinya hidup layak dan mapan kalau kita tidak berbahagia? Semoga kita, anak-anaknya, bisa berbahagia kelak. (GaPi)

 

NB: 'moke': minuman alkohol tradisional masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur

'kuwu': gubuk atau rumah tempat pemasakan moke




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.