Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Tekno  
Sains
indonesiana-Rizky
Rizky  Maiza
Jumat 28 Oktober 2016 14:22 WIB
Dibaca (3753)
Komentar (0)

Kemajuan Diagnostik Ultrasonografi

indonesiana-Ultrasound_Abdominal_GE_Vivid_E95_PR_(1).jpg

Pencitraan diagnostik saat ini menjadi metode pemeriksaan yang banyak digunakan di bidang medis. Kelainan – kelainan di dalam jaringan tubuh tidak bisa hanya diperiksa dengan melihat gambaran luar tubuh saja. Harus dilakukan pembedahan untuk memastikan kelainan di dalam jaringan tersebut. Untuk mempermudah proses pemeriksaan tersebut, pencitraan diagnostik sangat membantu dalam proses pemeriksaan karena tidak perlu melakukan pembedahan terlebih dahulu.

Gelombang ultrasonik dengan frekuensi sangat tinggi telah dimanfaatkan dalam pencitraan diagnostik. Penerapannya yaitu pada alat Ultrasonografi (USG). Ultrasonografi lebih dikenal masyarakat sebagai alat untuk memeriksa janin dalam kandungan. Alat ini digunakan untuk memberikan hasil pemeriksaan dengan tampilan gambar yang rinci sebagai pencitraan dari jaringan dalam tubuh yang diamati.

Penggunaan USG konvensional dalam bidang medis sebagai pencitraan diagnostik sudah sejak tahun 1970an. Saat ini telah terjadi peningkatan dan perkembangan teknologi yang begitu signifikan untuk peralatan USG ini, seperti bentuk fisiknya yang lebih kecil, efisien dalam menghemat daya dan panas yang dihasilkan relatif lebih kecil. Perkembangan dari segi alat setara dengan peningkatan pada kualitas gambar yang dihasilkan dari pencintraan ini. USG menjadi pencitraan diagnostik paling populer dari semua teknologi pencitraan medis saat ini. Hal ini karena keamaan dari gelombang ultrasonik yang tidak merusak jaringan tubuh serta dari segi harganya lebih ekonomis. Kemajuan dengan kombinasi portabilitas, kemudahan penggunaan alat dan kualitas gambar semakin baik membuat pemanfaatan gelombang ultrasonik ini menjadi alat pencitraan yang sangat diperlukan para ahli radiologis dan ahli medis untuk mendapatkan hasil pencitraan serta dapat juga digunakan sebagai pemandu dalam pengobatan yang cepat dan efisien.

Kemajuan dari pencitraan ultrasonik tidak terlepas dari kemajuan teknologi komputer digital yang memberikan tampilan gambar dengan resolusi yang baik, sehingga memungkinkan USG menampilkan hasil pemeriksaan dalam bentuk visual 3 dimensi atau 4 dimensi. Provost, J. dkk (2014) dalam jurnalnya 3D Ultrafast Ultrasound imaging in vivo telah menunjukkan potensi dari  pencitraan ultrasonik 3 dimensi sebagai pendekatan baru untuk kuantitatif simultan, fungsional dan pencitraan anatomik jaringan 3D pada tingkat volume yang sangat tinggi. Teknologi ini memungkinkan untuk memberikan hasil berupa  pemetaan aliran darah serta gerakan pada jaringan 3D.

Perkembangan terbaru lainnya adalah penggunaan agen kontrasyaitu Contrast-Enhanced Ultrasound (CEUS) yanglebih sensitif untuk mendeteksi tumor dan kanker. Kemajuan pencitraan ultrasonik dengan adanya CEUS memperluas ruang lingkup dari ultrasonografi dalam memainkan perannya untuk menyajikan pencitraan fungsional dan karakteristik jaringan. Bahkan jika dilihat dari penggunaan dan hasilnya untuk beberapa kasus medis, ultrasonografi dengan CEUS ini sudah sebanding dengan computerized tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

 

sumber gambar : (http://www.itnonline.com/content/contrast-ultrasound-identifies-deadly-liver-cancers)

 

Oleh : Rizky Maiza  

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.