Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-TD Tempino
TD Tempino 
Minggu 30 Oktober 2016 16:48 WIB
Dibaca (3309)
Komentar (0)

Ini Dia Kartu AS ke - 4 di Pilkada Jakarta

indonesiana-pilkadadki3as.jpg

Pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta semakin dekat. Tiga pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan bertarung pada Pilkada serentak Februari mendatang. Masing-masing bakal calon memiliki kebijakan dan program tersendiri untuk lima tahun ke depan. Euforia Pilkada DKI Jakarta pun jauh lebih panas dari daerah lainnya. 

Dalam satu pak kartu remi ada 4 kartu AS.  Dua warna merah dua warna hitam. Dunia internasional memberikan nama pada kartu itu begini :Spade, Heart, Diamond, Club.  Jumlah kartu bridge  ada 52.  Saat ini  Jakarta sudah memiliki 3 Kartu As.  Permainan bridge tidak bisa dimulai apabila kartu As kurang satu.  Jadi  siapa pegang kartu as yang satu lagi.  Itulah pertanyaan yang menggumpal pada diri awak.  Memang sih kartu as yang satu ini tidak ikut dalam kompetisi Pilkada namun nampaknya dia mempunyai peranan penting dalam memenangkan atau mengalahkan  3 kartu As lainnya.

Silahkan berkampanye secara ksatria tak eloklah pakai cara cara rendah untuk menjatuhkan sesama kandidat.  Warga Jakarta sudah sangat cerdas dan sangat paham sehingga bisa membedakan mana itu loyang mana itu emas.  Jadi mari mengunggulkan calon gubernur melalui program kerja yang realistis.  Masa 4 bulan cukup lama untuk memberikan informasi kepada warga jakarta, bagaimana menurut para kandidat Jakarta ini atau akan seperti apa nantinya Ibukota NKRI di periode 2017-2022.

Kartu AS  yang satu itu menjadi misterius,  Siapakah dia.  Artinya siapakah dia yang mempunyai Peran sangat penting dalam pilkda Jakarta.  Kartu AS itu bisa jadi KPU Jakarta bisa juga pihak lain yang bermain dI tiga kaki sehingga siapapun yang menang dia akan tetap mendapat keuntungangan. Dalam permainan kartu, As merupakan kartu sakti dan sangat kuat diantara 52 kartu lainnya.  Memang  ada kartu joker, namun kartu ini jarang digunakan terutama dalam permainan Brigde.  Bahkan dalam permainan Brigde kartu 2 speed pun bisa menjadi truf.

Itulah kartu truf, dia bisa diperankan oleh siapa saja,  Tergantung dari pemegang kendali,  warna apa yang akan dijadikan truf.  Semua kartu bisa dikalahkan atau di menangkan karena kekuatan luar biasa si kartu truf.  Bahkan kartu bergambar seperti King, Queen, Junior dan juga kartu AS bisa bertekuk lutut karena kedigjayaan sang Kartu Truf.  Pilkada DKI Jakarta boleh diibaratkan sebagi Permainan Bridge.  Permainan Bridge beradu strategi dengan mengandalkan intuisi dan prediksi sehingga mampu melumpuhkan lawan dengan cara elegant. 

Kartu AS misterius itulah kartu Truf yang memegang peranan penting dalam pilkada Jakarta. Boleh saja Agus Sylviana, Ahok Syaiful atau Anies Sandiaga  berjaya namun semua akan bergantung pada kehendak pilihan Kartu AS misterius.  Sebelum berpanjang cerita yang membuat pembaca semakin penasaran maka baiklah awak jelaskan saja di sini siapakah dia kartu AS misterius itu.  Relevan dengan tajuk tulisan ini yang mengemukakan Catatan Budaya maka jangan terlalu serius sobat. Awak maksudkan  Kartu AS misterius itu tidak lain dan tidak bukan adalah warga Jakarta pemilik hak suara syah itu sendiri,

Lho bagaimana pulak ini,  Apakah singkatan AS itu cocok dengan pemilik suara syah ? Ya boleh saja begitu karena AS disini dimaknai sebagai Asli Syah. Apalah gunanya mencoblos surat suara kalau menurut KPU kartu itu tidak syah.  Misalnya di coblos semua foto kandidat.  Ada juga pemilik suara mencoblos di luar foto kandidat, atau juga kesalahan fatal tidak  mencoblos tetapi mencontreng .  Artinya salah satu dari AS boleh saja menang sendainya dalam perhitungan manual KPU jumlah kartusurat suara  syah yang diperoleh melebihi jumlah suara kandidat lainnya. Dan yang pasti AS tetap menang di Pilkada Jakarta .

Salamsalaman

TD




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.