Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Dunia  
Australia
indonesiana-tempoid-default
I Made Andi Arsana 
Sabtu 15 Februari 2014 17:13 WIB
Dibaca (56320)
Komentar (3)

Sekolah Gratis ke Australia dengan Beasiswa

indonesiana-158212

Satu dekade silam, saya menginjakkan kaki pertama kali di negeri kangguru. Di puncak musim panas yang tidak terasa panas itu, saya mendarat di Bandara Kingsford Smith di Sydney untuk kemudian memulai petualangan menyelesaikan S2 di Univesity of New South Wales (UNSW). Saya masih ingat, kedua orang tua saya mengantar di Bandara Ngurah Rai dengan harap-harap cemas. Mereka tidak pernah bermimpi anaknya akan sekolah di luar negeri. Mendapati anaknya bisa lulus sarjana saja adalah satu kemewahan tersendiri. Mengantar anaknya di Bandara untuk bersekolah S2 ke luar negeri adalah kanyataan yang bahkan tidak pernah mereka mimpikan.

Saya bisa menginjakkan kaki di negeri kangguru satu dekade lalu karena beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) yang kini berganti nama menjadi Australia Awards Scholarship (AAS). Beasiswa ini memungkinkan orang Indonesia yang memenuhi syarat untuk bersekolah S2 atau S3 di perguruan tinggi Australia tanpa khawatir masalah biaya. Beasiswa ini menyediakan biaya sekolah dan biaya hidup serta tiket pergi-pulang sehingga penerima beasiswa tidak perlu resah soal biaya. Itulah yang menyebakan orang-orang dari keluarga tidak kaya seperti saya bisa mengenyam kemewahan pendidikan di Australia. Tanpa itu, tidak mungkin orang tua saya yang penambang padas dapa menyekolahkan anaknya hingga jauh ke seberang benua.

Saya bersyukur karena semua 'kemewahan' itu. Di sisi lain, saya yakin bahwa ada banyak sekali anak Bangsa Indonesia yang bisa mendapatkan kesempatan yang sama dengan saya, bersekolah di Australia. Untuk itulah saya menuliskan kisah di atas. Saya percaya, ada jalan yang disediakan bagi mereka yang sungguh-sungguh meniatkan sebuah pencapaian. Sementara itu, ada ribuan orang yang tidak mendapatkan kesempatan bukan karena tidak mampu tetapi hanya karena tidak tahu. Maka, sebagai rasa terima kasih dan wujud syukur, saya sempatkan berbagi informasi tentang beasiswa AAS ini. Sejak tahun 2004 saya telah menuliskan pengalaman saya tidak saja untuk meraih beasiswa ini tetapi juga ketika menunaikan sekolah dengan beasiswa itu. Cerita itu saya sampaikan di dengan lengkap di blog pribadi saya, http://madeandi.com/ads/.  Singkatnya, jika Anda sudah lulus S1 dengan IP minimal 2,9, TOEFL minimal 500 dan usia belum 42 maka Anda punya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini.

Tanggal 1 Februari 2014, kesempatan untuk meraih beasiswa AAS guna sekolah S2 atau S3 di Australia datang lagi. Pemerintah Australia kembali membuka kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mendaftar beasiswa ini hingga 18 Juli 2014 seperti yang dijelaskan di website resmi AAS. Sesungguhnya tatacara mendapatkan beasiswa ini sudah disediakan lengkap di website mereka. Yang saya lakukan hanyalah mengingatkan adanya kesempatan itu dan berharap setelah membaca ini Anda akan tenggelam menghabiskan waktu membaca website resmi mereka untuk mendapatkan semua informasi yang diperlukan. Untuk memudahkan, saya sudah coba ringkas proses mendapatkan beasiswa ini seperti yang saya visualisasi dalam bentuk diagram alir di bawah ini. Jika Anda merasa sangat awam dengan beasiswa ini, mungkin Anda perlu membaca tulisan saya di blog yang cukup lengkap.

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.

0
0
2016-08-23 14:38:33
berita mantap nih.
0
0
2016-03-31 14:07:31
Bli bersyukur bekerja di UGM dan lulusan PTN. Sementara saya lulusan PTS dan juga karyawan swasta biasa, sudah melamar 5 kali selalu ditolak :) walopun TOEFL saya 580 dan IPK saya 3.5 Jika pelamar dosen/PNS dan alumni PTN saya perhatikan kansnya memang lebih besar.
hbaskoro menulis artikel terbaru: Urgensi Larangan Konsumsi Daging Anjing