Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Seleb  
Musik
indonesiana-akhlis
Akhlis Purnomo
Senin 07 November 2016 11:49 WIB
Dibaca (5254)
Komentar (0)

JFlow dan Filosofi 'Lone Wolf'

indonesiana-256130

Serigala mendapatkan citra yang buruk selama ini dalam pemikiran manusia. Mereka dianggap sebagai satwa buas dan berbahaya. Bahkan ada yang mengaitkannya dengan klenik, seperti kisah-kisah sastra kontemporer manusia jelmaan serigala yang berubah wujud di malam bulan purnama. 

Namun, dalam benak penampil dan musisi muda JFlow, serigala memiliki makna yang positif. Ia menjadikan serigala sebagai panduan dalam menjalankan kariernya di dunia musik Indonesia.

"Mereka (serigala -penulis) ditakdirkan hidup berkawanan," ujar penyanyi pria yang dikenal melalui lagunya yang berjudul Kekinian itu. Dalam sekawanan serigala itu, dipastikan ada seekor serigala jantan yang dianggap sebagai alpha male, alias serigala jantan yang menjadi pemimpin kawanan dalam berbagai kegiatan dan mempertahankan keutuhan kumpulan. "Jadi tidak peduli mereka ada 4 atau 9, sekawanan serigala biasanya memiliki pemimpin yang akan bertugas mendisiplinkan anggota lainnya," tambahnya.

Serigala pemimpin lazimnya akan memberikan hukuman bagi rekannya yang dianggap susah diatur dan menyulitkan kelompoknya. "Serigala alpha male akan menyingkirkan serigala lain yang sudah didisiplinkan," tuturnya.

Serigala itu akan diberikan hukuman pengasingan, artinya ia akan dipersilakan hidup di luar kawanannya. Inilah yang disebut dengan 'lone wolf'. "Serigala ini hidup kesepian dan sendirian," JFlow mengatakan.

Akan tetapi, menjadi serigala kesepian tidak sepenuhnya merana. Dari kepedihan pengasingan itu, ia kembali dan menjadi lebih kuat dan mandiri. Dan anehnya meskipun sudah disingkirkan sedemikian rupa dan tidak diterima lagi dalam kawanannya, serigala kesepian tadi tidak serta merta melupakan kawanan yang menolak kehadirannya. Ini karena serigala kesepian ini tidak bisa begitu saja masuk ke kawanan serigala yang lain.

Dari filosofi lone wolf itu, JFlow juga berpikir kata 'wolf' -- yang merupakan anagram dari nama bekennya 'Flow' -- akan menjadi sebuah nama yang pas bagi perkumpulan penggemarnya nanti.

Dan menurut saya, filosofi lone wolf itu juga tampak dari bagaimana JFlow membangun dan menahkodai kariernya di permusikan nusantara yang sudah begitu ramai dan gegap gempita dengan kemunculan beragam penyanyi dan penampil anyar dan muda dan berpotensi. 

Ia tidak mau dirinya dan mereka yang menjadi penggemarnya sebagai pengekor tren. "Boleh saja kita ikut tren ini itu sesuai perkembangan zaman tetapi jangan melupakan kesetiaan pada kawananmu, entah sesukses apapun nanti kamu dalam hidup," JFlow menegaskan.

Karenanya, jika kelak ada perkumpulan penggemarnya, JFlow sendiri ingin agar kumpulan itu meneladani cara serigala berkawanan, yakni selalu kompak dan disiplin dan tidak pernah melupakan asalnya tidak peduli bagaimanapun juga nantinya mereka akan menjalani hidup ini. 

JFlow sendiri beralasan awalnya tidak begitu nyaman jika memiliki perkumpulan penggemar karena selain tidak yakin ada basis penggemar yang besar, ia sendiri sangat ingin memelihara kebebasannya dalam berkarya. Bila memiliki penggemar yang terus berinteraksi dalam tiap karya, peluangnya mendapatkan lebih banyak masukan akan makin tinggi. Dan masukan itu tidak cuma puja-puji, bisa juga masukan yang berupa kritik dan harapan, yang berujung pada intervensi pada saat ia berkarya. Ia cemas penggemar akan menjadi tujuan satu-satunya ia berkarya, yang artinya ia terpenjara oleh tuntutan dan selera penggemarnya. Padahal sebagai pekerja seni, ia tentu terus ingin merasakan kebebasan berkarya. Inilah kebebasan yang dimiliki oleh seekor lone wolf, yang meskipun berada di luar kawanan masih terus menunjukkan kesetiaan. 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.