Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Travel  
Travel Budaya
indonesiana-Clara Jessica Juwono
Clara Jessica Juwono 
Sabtu 12 November 2016 11:40 WIB
Dibaca (3501)
Komentar (0)

Mengenal Boneka Keramat Asal Tanah Samosir

indonesiana-Sigale-gale.jpg

Boneka berkain ulos itu terletak di salah satu sudut Museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jakarta. Tubuh sang boneka menghadap ke samping, pandangan matanya kosong dan cenderung tanpa ekspresi. Sekali melihat saja, kesan seram tak bakal terhindarkan. Itulah boneka Sigale-gale. “Yang saya tahu Sigale-gale berkaitan dengan kematian,” ungkap Dodi Praharja, 36 tahun, seorang pengunjung Museum Wayang, Minggu, 6 November 2016.

Dodi bercerita secara pribadi ia tertarik dengan boneka yang konon memiliki banyak cerita mistis ini. Karena itulah, Dodi mengajak serta istri, dua anak, dan ibunya mengunjungi Museum Wayang untuk menghabiskan akhir pekan sekaligus. Secara khusus dia ingin membagi rasa penasaran terhadap boneka ini kepada seluruh anggota keluarganya. 

Petualangan sejarah di salah satu bangunan tua sudut kota Jakarta Minggu, 6 November 2016 ini pun dimulai. Konon gedung berarsitektur Belanda ini dulunya difungsikan sebagai sebuah gereja yang bernama De Oude Hollandsche Kerk, tepatnya dibangun pada 1640. Tempat ini sekarang dikenal masyarakat sebagai Museum Wayang yang beralamat di Jalan Pintu Besar Utara nomor 27, kawasan Kota Tua, Jakarta. Letaknya beseberangan dengan Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah.

Dodi sengaja mengajak keluarganya ke museum untuk mengenalkan budaya Indonesia. “Selama ini seringnya main ke mal, jadi gak tahu Budaya Indonesia,” ungkap pria dari Tangerang ini. 

Masyarakat Batak meyakini keberadaan boneka Sigale-gale sejak ratusan tahun silam. Berbagai versi cerita mengenai boneka ini pun dipercayai masyarakat. Berdasarkan penelusuran, Sigale-gale berawal dari kisah seorang raja kaya raya bernama Tuan Rahat. Suatu ketika, putranya Si Manggale tewas dalam peperangan. Untuk mengenang kepergiannya, sang raja membuatkan patung menyerupai putranya yang dinamakan Sigale-gale. Patung ini kemudian ditarikan saat upacara kematian anaknya.

Seiring waktu, Sigale-gale menjadi tradisi dalam upacara kematian di daerah Samosir. Upacara ini diiringi alunan Gondang Sabangunan, seperangkat musik tradisional yang terdiri dari suling Batak, gendang, dan gong. Tarian tor-tor para anggota keluarga yang berduka juga turut memeriahkannya. Warga Samosir percaya bahwa tarian Sigale-gale ini bisa mengantarkan arwah mendiang.

Museum Wayang, tempat menyimpan berbagai koleksi boneka dan wayang dari Indonesia dan luar negeri, Jakarta, Minggu 6 November 2016.Museum Wayang, tempat menyimpan berbagai koleksi boneka dan wayang dari Indonesia dan luar negeri, Jakarta, Minggu 6 November 2016. Foto: Clara Jessica / tempo institute

 

Selain Dodi, sekitar 3-4 pengunjung Museum Wayang lainnya turut menghampiri lemari yang memajangkan Sigale-gale. Misalnya, Retno, 25 tahun. Menurut cerita yang ia baca, boneka Sigale-gale dibuat menyerupai orang yang sudah meninggal. “Arwah orang meninggal akan masuk ke dalam boneka ini,” ungkap karyawan konsultan pajak di Jakarta ini. 

Kunjungan Retno ke Museum Wayang hari itu adalah karena ketertarikannya terhadap boneka Sigale-gale sekaligus mengantarkan adiknya berkeliling museum di Jakarta. Selain karena minatnya pada bidang sejarah, Museum Wayang dia pilih karena menjadi salah satu destinasi favoritnya di Jakarta.

Sang pemandu Museum Wayang, Ruslan, 35 tahun, menceritakan juga asal usul boneka Sigale-gale. Menurut Ruslan, kisah ini berawal dari meninggalnya seorang keturunan bangsawan yang tidak mempunyai anak. Pada upacara kematiannya, Sigale-gale berperan sebagai anaknya. “Gantinya anak adalah boneka itu. Agar arwah bangsawan itu diterima di Surga,” kata Ruslan.

Unsur mistis dari Sigale-gale belum tuntas. Cerita mengenai pembuatannya juga menyimpan misteri. Konon, setiap orang yang membuat boneka Sigale-gale harus menyerahkan nyawanya agar boneka tersebut bergerak menyerupai manusia hidup. Atau dengan kata lain, sang pengrajin akan meninggal sebagai tumbal setelah boneka Sigale-gale selesai dibuat.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.