Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Gaya  
Kesehatan
indonesiana-akhlis
Akhlis Purnomo
Senin 14 November 2016 11:25 WIB
Dibaca (4310)
Komentar (0)

Tak Cuma Orang Tua, Anak Muda Pun Hadapi Ancaman Diabetes

indonesiana-517886

Ada yang menarik di Peringatan Hari Diabetes Sedunia oleh Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) yang berlangsung kemarin (14/11) di Kebun Raya Bogor. Di sana saya temui banyak anak muda yang ikut serta dalam acara yang identik dengan orang tua. Usia mereka  masih awal duapuluhan. Bisa dikatakan mereka relatif 'jauh' dari ancaman hantu bernama kencing manis yang biasanya menjangkit orang seusia orang tua dan kakek nenek mereka.

Tetapi tunggu dulu. Asumsi itu sudah usang! Menurut komunitas Sobat Diabet, diketahui jumlah penderita diabetes tipe 2 (akibat gaya hidup yang kurang sehat) di seluruh pelosok dunia makin meningkat (IDF Diabetes Atlas 5th Edition. 2012) . Dan sekarang diabetes juga sudah menjadi wabah yang mengintai para muda-mudi. Berdasarkan studi ilmiah yang dikutip oleh laman Diabetes.org, anak-anak muda juga bisa terkena diabetes. Dan yang merisaukan, jika mereka terkena, laju kerusakannya akan lebih cepat dan agresif. Dan ini akan terus terjadi meskipun si pasien muda diberikan penanganan yang paling bagus dan optimal sekalipun. Temuan ini juga senada dengan simpulan bahwa secara global jumlah penderita diabetes pada usia 20-30 tahun terus meningkat. Di Amerika Serikat, setengah juta masyarakat usia 20-30 tahun yang terdiagnosis diabetes pada tahun 2010. (diabetes.niddk.gov, 2010). Inilah alasan kuat kenapa anak-anak muda mesti berjaga-jaga dari risiko diabetes juga.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut laman Healthline.com tahun 2012, Indonesia menduduki peringkat ke-7 negara dalam daftar negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Tidak ketinggalan Badan Kesehatan Dunia, WHO meramalkan jumlah penderita diabetes di Indonesia akan terus meningkat hingga menduduki peringkat ke-4 di dunia pada tahun 2030. Ramalan itu akan terwujud dengan tepat jika anak-anak muda sekarang tidak memperbaiki pola hidupnya yang kurang sehat. 

Tren diabetesi muda ini sebenarnya sudah bukan rahasia lagi jika Anda mau saja mencermati bagaimana pemuda-pemudi usia belasan, 20-an dan 30-an menjalankan kegiatan sehari-hari. Meeka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan untuk belajar seharian (karena beban pelajaran dan les tambahan). Di waktu senggang dan akhir pekan, mereka malas keluar rumah dan memilih menonton televisi, bermain games di gawai, atau bersantai di rumah atau tidur seharian. Terhitung sedikit saja anak muda yang mau berolahraga secara teratur (kata "teratur" ditekankan karena banyak yang cuma olahraga untuk sesekali, jika ingat dan bersemangat, lalu bosan). Kalaupun sudah asyik dengan pergaulan, mereka kadang abai dengan pola makan yang sehat dan teratur, serta istirahat yang cukup (termasuk keluar malam terlalu sering, lembur berlebihan dan menonton pertandingan sepakbola atau film hingga melanggar jam tidur). 

Sebelum jalan sehat di area Kebun Raya yang berudara segar di pagi yang agak mendung itu, Ketua Persadia Jabodetabek, Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE.,  seakan tidak bosan mengingatkan agar para peserta dan semua penderita diabetes maupun yang masih sehat untuk waspada dengan lima jenis penyakit alat vital yang biasa datang bersamaan dengan komplikasi diabetes, yaitu mata, syaraf, otak, jantung, ginjal dan hati.

“Tahun ini, peringatan Hari Diabetes Sedunia berfokus pada pencegahan risiko kebutaan akibat komplikasi diabetes,” ucap pria yang turut bersenam diabetes bersama semua peserta untuk memanaskan tubuh sebelum berjalan sehat. Ia mengimbau agar penderita diabetes dan prediabetes supaya lebih waspada dengan gangguan penglihatan karena jika terkena, kelancaran dalam menjalan aktivitas sehari-hari akan terpengaruh. Patut dipahami karena peran netra sangat besar dalam aktivitas manusia modern. Hampir semuanya bahkan menggunakan organ mata. (*)




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.