Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Gaya  
Karir
indonesiana-TD Tempino
TD Tempino 
Senin 14 November 2016 20:28 WIB
Dibaca (4185)
Komentar (0)

Gaya Gubernur Model Ini Keren Habis

indonesiana-ganjar.jpg

Pelaksana Tugas Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta berkerja sesuai kaedah birokrat sejati.  Ketika di era Gubernur sebelumnya awak pers selalu menjaga gawang di pintu masuk Balaikota, kini nampaknya pola itu berubah.  Bisa jadi dengan pengalaman seabrek PLT Gubernur Jakarta Sumarsono bekerja sesuia dengan program kerja dan tak perlu neko neko. Tak perlu neko-neko itu ditafsirkan beliau tidak membutuhkan populeritas lagi terkait apa apa yang dikerjakan.   http://m.liputan6.com/news/read/2647251/plt-gubernur-dki-uang-kompensasi-warga-bantar-gebang-via-bank

"Gue demen neh dengan Gubernur Model begini"  begitulah percakapan awak dengan seorang sobat di hari Ahad pagi.  Jakarta di guyur hujan, rencana olahraga tertunda sejenak. " Tidak ada huru hara, kerja kerja dan warga pun suka." Sobat tersebut menambahkan : " kalau boleh Bapak jadi Gubernur terus" Awak menimpali " Wah mana bisa Om, gimana dengan calon pilgub tripel AS. "

Memang betul juga bahwa ada dampak positif dan negatif pemberitaan terus menerus terkait kegiatan seorang Kepala Daerah.   Bisa saja wartawan setelah meliput kegiatan Gubernur selalu bertanya sesuatu hal yang sedang menjadi topik. Padahal Gubernur seharusnya fokus dengan program kerja kemudian menerima masukan dari warga terkait keluhan, harapan dan pujian.  Jangan pula Kepala Daerah pikirannya melebar kemana mana, maksudnya berbicara hal hal yang bukan urusan beliau. 

Tidak bisa disalahkan juga, karena pengejar berita teranyar ini selalu menginginkan sesuatu seperti kata Syahrini.  Lucunya lagi sang pejabat terkadang terjebak dengan kata katanya sendiri sehingga di kejar terus oleh wartawan.  Bukankah jargon the bad news is good news.  Tidak semua kepala daerah atau pejabat yang di sukai wartawan.  Ada juga pejabat pemerintah yang pelit ngomong, Sikap ini sudah ditandai.  Dengan demikian tidak ada berita aneh dari beliau.

Sebaliknya pejabat yang memanfaat kan juru warta ada juga.  Beliau memerlukan mitra kerja dalam rangka mensosialisasikan program, ini yang positif.  Tetapi ada juga pejabat yang berteman dengan wartawan hanya untuk pencitraan.  Bagi warga sebenarnya yang di butuhkan dari seorang pejabat pemerintah sekelas Gubernur adalah kualitas pengayoman, perlindungan dan pelayanan.  Sebenarnya ini motto Polri, namun tidak salah juga apabila seorang Gubrnur bekerja berdasarkan APBN dan konsisten menerapkan komunikasi publik yang ramah dan juga tegas agar warga yakin bahwa niat baik Pak Gubernur tersebut perlu di dukung sepenuhnya.

Jadual kerja Gubernur memang super sibuk.  Lihat saja Gubernur Jawa Tengah yang terpaksa tidur di lantai Kereta Api saking lelahnya.   Berita ini menjadi viral.  Sebenarnya tidak ada yang salah, fokus saja ke berita Ganjar yang kecapean.  Semua tentu terlepas dari pencitraan bersebab dokumentasi foto itu tersebar bukan dari Humas Gubernuran kota Semarang.   Demikian juga dengan Gubernur lainnya, semua memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda sesuai dengan latar belakang dan corak budaya warga di wilayah masing masing.

Paling tidak awak tertegun  dengan sosok Gubernur Nusa Tenggara Barat.  Acungan jempol tanpa relayasa memang patut di berikan kepada Tuan Guru H Muhammad Zainal Majdi MA  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),  Awak terkesan ketika beliau pidato di depan Presiden Jokowi pada satu kesempatan di Mataram.  Isi pidato itu standar saja namun gaungnnya melingkupi nasional.  Kesan kedua awak saksikan langsung di masjid Istiqlal pada hari Jum'at 4 November 2016. ketika pembawa acara menyebutkan Tuan Guuru M Zainal Majdi hadir di Shalat Jum'at  maka serta merta terdengan takbir Allah Akbar.

Point yang ingin saya sampaikan disini adalah bahwa pola kepemimpinan penguasa sangat mempengaruhi iklim politik di wilayah masing masing.  Gubernur yang sadar bahwa dirinya memegang amanah akan berkerja sepenuh hati membela kepentingan rakyat.  Gaya kepemiminan boleh beda tetapi komunikasi publik hendaknya menjadi perhatian utama karena sebenarnya seorang birokrat itu adalah pelayan publik.  Satu lagi kepemimpinan Gubernur seharusnya membawa suasan kondusif di kantor atau dimana dia berada sehingga anak buah sang PNS bisa tenang berkerja,

Salamsalaman

TD




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.