Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-kang
Kang Nasir
-
Senin 21 November 2016 16:27 WIB
Dibaca (7249)
Komentar (0)

Cak Djarot Jangan Pesimis

indonesiana-djarot_2.jpg

Ini bukan masalah AHOK, tapi tetap bersinggungan dengan Ahok karena memang tidak bisa dilepaskan dari Ahok. Siapa lagi kalau bukang Djarot Saiful Hidayat alias Cak Djarot yang menjadi pasangan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam kontestasi Pilgub DKI 2017 mendatang.

Ada hal yang menarik pasca ditetapkannya Ahok sebagai tersangka ‘’Penistaan Agama’’, Cak Djarot yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan ucapan Ahok yang dianggap menista itu, terkena imbasnya juga yakni Cak Djarot ditolak oleh beberapa warga untuk kampanye.  Alasan penolakan dari warga itu, tidak terkait dengan Pilkada, tetapi berhubungan dengan soal penistaan Agama.

Dan, baru baru ini jagad politik local DKI dikejutkan oleh adanya rilis hasil survey LSI. Salah satunya disebutkan bahwa elektabilitas pasangan Ahok-Djarot tinggal menyisakan 10 prosen saja. Itu artinya Ahok-Djarot terpuruk dan terjun bebas pada titik nadir yang menghawatirkan dalam konteks pemenangan.

Tapi bukan Ahok namanya kalau tidak nyeleneh, menyikapi hasil survey itu, Ahok justru seolah bangga, "Saya kira bagus, kalau hasil semakin menurun berarti teman-teman tambah semangat bekerja,", begitu kata Ahok seperti diberitakan Liputan 6.com 20/11/2016 lalu.

Menyikapi hal ini, saya menyarankan kepada Cak Djarot, untuk tetap bersemangat untuk meraih kemenangan dalam Pilgub yang akan datang sebagaimana diungkapkan Ahok maupun Jubir Timses Ahok yang cantiknya kinyis kinyis Sofia Lacuba yang terus mensupport agar Ahok dan Pa Djarot maju terus. Hal ini untuk membuktikan kepada publik, bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka tidak ada pengaruhnya terhadap para ahoker dan akan tetap memilih pasangan Ahok-Djarot untuk tetap menjadi Gubernur DKI.

Betul kata Ahok, tidak usah menggubris soal hasil survey, yang penting tim harus lebih bekerja dengan solid dan giat demi kemenangan Ahok dalam satu putaran. Sebuah keyakinan yang patut di acungi jempol.

Cak Djarot jangan pesimis dalam gelaran Pilkada ini, Cak Djarot tetap harus optimis bahwa ‘’setiap jaman ada orangnya, dan setiap orang ada jamannya’’, begitu kata salah seorang petinggi salah satu partai di negeri ini. Tidak menutup kemungkinan, jika nanti memenangkan Pilkada, yang paling bahagia tentu Cak Djarot.

Kok bisa?, ya bisa, alasannya sederhana saja, yakni  jika nanti pasangan Ahok-Djarot menang, masih ada masalah yang belum clear yaitu kasus  ‘’Penistaan Agama’’ yang masih bergulir.

Nah itu artinya Cak Djarot ada celah untuk menjadi orang nomor satu di DKI, mau tau alasannya?. Begini, ketika Ahok-Djarot – kalau nanti -- dinyatakan menang dalam Pilkada lantas dilantik oleh Presiden Jokowi, ada kemungkinan bersamaan dengan itu atau setelah itu atau ditengah jalan, ada putusan lembaga peradilan. Jika Pengadilan kemudian menyatakan Ahok terbukti melakukan tindakan pidana sebagaimana yang dituduhkan, kemudian dihukum dengan pidana penjara, maka kemungkinannya adalah adanya pemakzulan secara sah berdasarkan undang-undang, dengan demikian senang dan tidak senang, suka atau tidak suka, kemungkinan besarnya adalah Cak Djarot akan menjadi Gubernur DKI menggantikan Ahok yang berangkat ke Pesantren prodeo mendalami ayat ayat dalam kitab suci.

Saya bukan ngaco, sebab dalam konteks  yang sama, pernah terjadi di Provinsi Banten, teman seperjuangan Cak Djarot yakni Rano Karno -- yang awalnya Wakil Gubernur--  jadi Gubernur Banten menerima warisan Jabatan karena Gubernurnya Rt,Atut Chosyi'ah tersandung pidana. Hal yang sama juga pernah terjadi di DKI, Ahok menerima warisan jabatan Gubernur DKI, cuma bedanya Gubernur DKI Joko Widodo naik kelas yakni menjadi Presiden Republik Indonesia.

Sekali lagi,  ini hanya kemungkinan Cak Djarot, yang namanya kemungkinan itu bisa iya, bisa juga iya eh bisa tidak. Salam untuk DKI.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.